Redmi Y3 Bakal Punya Kamera Depan 32 MP?

Redmi Y3 Bakal Punya Kamera Depan 32 MP?

Redmi Y3 Bakal Punya Kamera Depan 32 MP
Redmi Y3 Bakal Punya Kamera Depan 32 MP

Sejak jadi sub-brand baru di bawah Xiaomi, Redmi langsung banyak memberi

kejutan. Seperti yang kita tahu, smartphone pertama Redmi, yakni Redmi Note 7 yang diperkenalkan di awal tahun ini begitu menarik perhatian. Tak hanya dari sisi desain, tetapi juga spesifikasi hardware yang ditawarkan.

Tidak berhenti sampai di situ, Redmi terus menggebrak pasar smartphone global dengan meluncurkan Redmi Note 7 Pro. Sama seperti Redmi Note 7, smartphone ini pun disambut positif oleh banyak penggemat gadget kelas menengah.

Selanjutnya, Redmi juga menggelontorkan Redmi 7 di pasar Cina. Jika Redmi

Note 7 dan Redmi Note 7 Pro ditujukan untuk konsumen kelas menengah, Redmi 7 menyasar konsumen entry-level. Harga yang ditawarkan pun terbilang menarik, yakni mulai dari 699 Yuan atau sekitar Rp1,5 juta.

Mi fans! I got my hands on upcoming #Redmi phone & it is amazing! Went on a selfie rampage & the results are totally incredible.🤳

‘Y’ am I taking so many selfies? BTW I clicked ’32’ selfies with 32 @XiaomiIndia colleagues! 😉

Can’t wait to share more details with you. #Xiaomi pic.twitter.com/GSP7xhIpNS

— Manu Kumar Jain (@manukumarjain) April 10, 2019

Nah! Kini Redmi kembali mempersiapkan satu “amunisi” terbarunya, Redmi Y3. Smartphone ini sendiri telah menerima WiFi Certified pada bulan lalu dan kini sudah mulai diperlihatkan lewat postingan yang dilontarkan oleh bos Xiaomi India, Kumar Jain lewat akun Twitter miliknya.

Dari petunjuk kicauan yang dilontarkan oleh Kumar Jain, smartphone ini

sepertinya memiliki kamera depan dengan resolusi 32 MP. Sedangkan dari petunjuk WiFi Certified, kita bisa tahu bahwa perangkat ini akan berjalan dengan antarmuka MIUI 10 berbasis Android 9 Pie.

sumber :

https://synthesisters.com/vainglory-apk/

 

CEO Realme Pamer Foto Bidikan Realme 3 Pro

CEO Realme Pamer Foto Bidikan Realme 3 Pro

CEO Realme Pamer Foto Bidikan Realme 3 Pro
CEO Realme Pamer Foto Bidikan Realme 3 Pro

Madhav Sheth, CEO Realme sangat percaya diri dengan kemampuan kamera yang dipasang ke dalam Realme 3 Pro. Untuk itulah, orang nomor satu di Realme ini memposting foto-foto yang dibidik menggunakan Realme 3 Pro lewat akun Twitter miliknya.

Setidaknya, ada tiga foto yang dibagikan oleh Madhav Sheth. Hanya saja, semua foto tersebut tidak bisa menampilkan resolusi serta data EXIF yang tepat. Meski begitu, foto-foto yang dihasilkan sudah memperlihatkan kualitas dari kamera yang ada pada Realme 3 Pro.

Satu contoh foto kemungkinan diambil menggunakan kamera depan yang

memiliki resolusi lebih besar dari 12 MP (dikabarkan menjadi unit 25 MP). Sementara, contoh foto lainnya mengisyaratkan kemampuan HDR yang dimiliki oleh kamera utama yang ada pada Realme 3 Pro.

Hope you guys had a wonderful weekend.
I am @DelhiUniversity stadium with a bunch of cool students.
yes we are going to launch #realme3Pro in campus again
By the way how’s the camera quality ?

RT’s as I will invite 3 fans to join me on stage. pic.twitter.com/T8V3VysIGw

 

— Madhav Sheth (@MadhavSheth1) April 8, 2019

Hingga saat ini, Realme sendiri belum mau mengonfirmasi, kapan smartphone

ini akan diluncurkan. Bocoran lainnya menyebutkan, Realme 3 Pro akan datang dengan dukungan fast charging. Hal ini bisa kita lihat dari sejumlah teaser yang sudah pernah dilontarkan oleh Realme.

Realme memang baru secara resmi mengumumkan kehadiran Realme 3.

Smartphone ini pun juga turut dipasarkan di Indonesia. Datang dengan slogan “Power Your Style”, Realme 3 juga menjadi produk smartphone yang menarik untuk segmen di bawah Rp2 juta.

 

sumber :

https://synthesisters.com/guardians-apk/

Warganegara dan Negara

Warganegara dan Negara

Warganegara dan Negara
Warganegara dan Negara

Hukum[4] adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.[5] dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakatterhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih. Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa “Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.”

Unsur-unsur hukum meliputi :

Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam bermasyarakat
Peraturan tersebut dibuat oleh badan yang berwenang
Peraturan itu secara umum bersifat memaksa
Sanksi dapat dikenakan bila melanggarnya sesuai dengan ketentuan atau perundang-undangan yang berlaku.
Ciri-ciri hukum antara lain :

terdapat perintah ataupun larangan dan
perintah atau larangan tersebut harus dipatuhi oleh setiap orang
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus:negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga Negara

to;ma� ‘ – o ��- � t; margin-left:38.4pt;text-indent:-.25in;line-height:14.25pt;mso-list:l0 level1 lfo2; tab-stops:list .5in;background:white’>4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
Lahan pertanian semakin sempit
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
Diusir dari desa asal
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Keuntungan Urbanisasi
Memoderenisasikan warga desa
Menambah pengetahuan warga desa
Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Akibat urabnisasi
Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal

Baca Juga : 

Unsur unsur Desa

Unsur unsur Desa

Unsur unsur Desa
Unsur unsur Desa

Unsur unsur Desa
Daerah
Tanah yang produktif, lokasi, luas dan batas
yang merupakan lingkungan geografis
Penduduk
Jumlah penduduk, pertambahan penduduk,
pertambahan penduduk, persebaran penduduk
dan mata pencaharian penduduk
Tata Kehidupan
Pola tata pergaulan dan ikatan ikatan pergaulan
warga desa termasuk seluk beluk kehidupan
masyarakat desa

URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau juga bisa disebut urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.proses urbanisasi bisa dikatakan terjadi disetiap negara di dunia,bai pada negara yang sudah maju ataupun sampe negara yang miskin .
Urbanisme Dalam kepustakaan geografi pandangan seorang geografiwan terhadap “urbanisasi” ini ialah sebuah kota sebagai sesuatu yang integral, dan untuk memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah di sekitarnya. sedangkan istilah “urbanisme” dikaitkan dengan perilaku hidup atau cara hidup di kota.
Proses urbanisasi dapat tejadi dengan lambat maupun dengan cepat,karena tergantung dari pada keadaan masyarakat yang bersangkutan .proses itu terjadi dengan menyangkut dua aspek,yaitu:
Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota
Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa .
Berdasarkan proses diatas ,maka ada beberapa aspek yang menyebabkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik.Artinya aadalah sebab suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa,sengingga orang orang pendatang makin banyak.suatu persekutuan hidup dan kesatuan sosial didasarkan atas 2 macam prinsip :
1. Prinsip hubungan kekerabatan
2. Prinsip hubungan tinggal dekat/teritorial.
Prinsip ini tidak lengkap apabila yang mengikat adanya aktivitas tidak diikut sertakan ,yaitu:
1. Tujuan khusus yang ditentukan oleh faktor ekologis,
2. Prinsip yang datang dari “atas” oleh aturan dan undang undang.

Lingkungan hubungan yang ditentukan oleh berbagai prinsip tersebut hubungannya saling terjaring,yang batas batasnya berbeda- beda: mungkin dengan pola konsentris,artinya hubungan tiap individu dimulai dengan lingkungan kecil mencakup kerabat dan tetangga dekat.

PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DENGAN MASYARAKAT KOTA
Masyarakat desa
Masyarakat desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam dibanding masyarakat kota. Biasanya mereka hidup berkelompok dan mayoritas bermata pencaharian petani. Pekerjaan di luar pertanian hanya sekedar sampingan, meskipun ada pula sebagian kecil yang berstatus pegawai negeri, TNI, POLRI, maupun karyawan swasta, namun persentasenya relatif kecil.

Kepala desa, tokoh masyarakat dan golongan kaum tua lebih dominant berpengaruh dan memegang peranan penting sera menjadi tokoh panutan bagi warga setempat san keputusan – keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari – hari dan menjadi adat setempat.

Rasa persatuan sangat kuat san menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong menolong atau gotong royong dalam segala hal. Alat komunikasi sangat kurang sehingga komunikasi yang berkembang cenderung sangat sederhana bahkan desas – desus, kasak – kusuk masih menjadi kebiasaan dan sangat cepat diterima oleh masyarakat, meskipun hal itu biasanya dilakukan pasa hal-hal yang mengarah negatif.
Masyarakat Kota
Kehidupan masyarakat kota, cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga yang satu dengan lainnya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. Rasa persatuan tolong menolong dan gotong royong mulai pudar dan kepedulian social cenderung berkurang.

Perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota
Perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat desa adalah sebagai berikut :
1)Masyarakat kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.Terdapat spesialisasi dari variasi pekerjaan.
b.Penduduknya padat dan bersifat heterogen.
c.Norma-norma yang berlaku tidak terlalu mengikat.
d.Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menrun.

2)Masyarakat desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.Jumlah penduduk tidak terlalu padat dan bersifat homogen.
b.Kontrol sosial masih tinggi.
c.Sifat gotong royong masih kuat; dan
d.Sifat kekeluargaannya masih ada.
Perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat di desa, misalnya ketika membuat rumah di desa dilakukan dengan gotong royong sedang di kota pada umumnya dilakukan dengan membayar tukang. Hubungan sosial kemasyarakatan di desa dalam satu desa antara satu RT atau RW terjadi saling mengenal, sedangkan di kota sudah mulai hilang hubungan sosial kemasyarakatannya misa

Sumber : https://anchorstates.net/

Masyarakat Pedesaan

Masyarakat Pedesaan

Masyarakat Pedesaan
Masyarakat Pedesaan

Desa, atau udik, menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan di Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi.

Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari, di Bali disebut dengan istilah banjar dan di Papua dan Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat.
HAKIKAT DAN SIFAT MASYARAKAT PEDESAAN
Seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber bahwa masyarakat In¬donesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir.

Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
Tetapi sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan sosial.

Dalam hal ini kita jumpai gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
a) Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.

b) Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.

c) Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.

d) Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli.
Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras.

Tetapi para ahli lebih untuk memberikan perangsang-perangsang yang dapat menarik aktivitas masyarakat pedesaan dan hal ini dipandang sangat perlu. Dan dijaga agar cara dan irama bekerja bisa efektif dan efisien serta kontinyu (diusahakan untuk menghindari masa-masa kosong bekerja karena berhubungan dengan keadaan musim/iklim di Indonesia).

Menurut Mubiyarto petani Indonesia mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a) Petani itu tidak kolot, tidak bodoh atau tidak malas. Mereka sudah bekerja keras sebisa-bisanya agar tidak mati kelaparan.
b) Sifat hidup penduduk desa atau para petani kecil (petani gurem) dengan rata-rata luas sawah ± 0,5 ha yang serba kekurangan adalah nrimo (menyerah kepada takdir) karena merasa tidak berdaya.
Melanjutkan pandangan orang kota terhadap desa itu bukan tempat bekerja melainkan untuk ketentraman adalah tidak tepat karena justru bekerja keras merupakan kebiasaan petani agar dapat hidup.

Menurut BF. Hosolitz bahwa untuk membangun suatu masyarakat yang ekonominya terbelakang itu harus dapat menyediakan suatu sistem perangsang yang dapat menarik suatu aktivitas warga masyarakat itu dan harus sedemikian rupa sehingga dapat memperbesar kegiatan orang bekerja, memperbesar keinginan orang untuk menghemat, menabung, keberanian mengambil resiko, dalam hal mengubah secara revolusioner cara-cara yang lama yang kurang produktif.
Fungsi desa adalah sebagai berikut:
Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Sistem Pakar

Sistem Pakar

 Sistem Pakar
Sistem Pakar

Sistem Pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli.

Keuntungan sistem pakar :

1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan para ahli.

2. Bisa melakukan proses berulang secara otomatis.

3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.

4. Meningkatkan output dan produktivitas.

5. Meningkatkan kualitas.

6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar.

7. Mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya.

8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.

9. Memiliki realibilitas.

10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.

11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.

12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.

13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.

14. Menghemat waktu dalam pengambilan masalah.

Kelemahan sistem pakar :

1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.

2. Sulit dikembangkan.

3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.

Konsep dasar sistem pakar

Menurut Efraim Turban, sistem pakar harus mengandung :

– Keahlian

– Ahli

– Pengalihan keahlian

– Inferensi

– Aturan

– Kemampuan menjelaskan

Ciri-ciri SP :

1. Memiliki fasilitas informasi yang handal.

2. Mudah dimodifikasi.

3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.

4. Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Bentuk SP :

– Berdiri sendiri. Merupakan software yang berdiri sendiri, tidak tergabung dalam software lain.

– Tergabung. Merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional).

– Menghubungkan ke software lain. Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS.

Elemen SP :

a. User interface (antarmuka) : mekanisme komunikasi antar user dan ES.

b. Explanation facility (subsitem penjelasan) : digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara iteraktif.

c. Working memory : database global dari fakta yang digunakan dalam prosedur.

d. Agenda : daftar prioritas prosedur yang dibuat oleh motor inferensi dan direkam dalam working memory.

e. Inference engine (motor inferensi) : program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi –informasi dalam basis pengetahuan untuk memformulasikan konklusi.

f. Knowledge acquisition facility : berisi pengetahuan-pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan, dan menyelesaikan masalah.

Baca Juga :

Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah
Tahapan Menulis Karya Tulis Imliah

Sebelum menulis suatu karya tulis ilmiah atau KTI, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah, diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal.
  2. Mencoba menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut.
  3. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut.
  4. Menentukan tujuan, manfaat maupun ruang lingkup tulisan, dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.

Tahapan-tahapan penulisan KTI :

1.Pemilihan Topik

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik adalah:
a.Area Topik
Area topik memuat cakupan masalah yang akan diangkat dalam penulisan karya tulis ilmiah. Topik lebih luas daripada judul, karena topik mencakup isi pokok dan area yang akan dibahas dan ditulis.
b.Keterbatasan
Keterbatasan yang sering ditemui dalam pemilihan topik, seringkali adalah keterbatasan yang disesuaikan dengan: 1)minat, 2)kemampuan dilaksanakan, 3) kemudahan dilaksanakan, 4) kemudahan dibuat menjadi masalah yang lebih luas, dan 5) manfaat.

2.Pengumpulan Informasi

Prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumpulan informasi adalah:
a.Evaluasi instrumen, untuk mendapatkan data yang lebuh akurat dan konsisten. Evaluasi instrumen dilakukan dengan uji coba pengumpulan data dengan instrumen yang telah dibuat. Hasil uji coba akan diketahui melalui pengujian validitas dan reliabilitas.
b.Evaluasi terhadap sumber, untuk mempertanggungjawabkan data.
Penulis harus menentukan apakah data yang diperlukan dalam menulis karya tulis ilmiah berupa data primer, sekunder atau gabungan dari keduanya.
c.Pembuatan catatan, untuk memudahkan pencatatan dan pencarian kembali informasi yang telah dicatat. Catatan dapat dibuat dengan penggunaan kartu informasi, pembuatan sistem penulisan untuk menghubungan kartu informasi dengan daftar pustaka, serta pemilihan bentuk kutipan.

3. Survei Lapangan

Melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian

4. Membangun Bibliografi

Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

Penyusunan Bibliografi
a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
5. Menyusun Hipotesis
Menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian
6. Menyusun Rancangan Penelitian
Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
7. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek penelitian.
8. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
9. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
10. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian

11. Penulisan Naskah
Langkah-langkah penulisan karya tulis ilmiah terdiri atas:
a)persiapan naskah pertama,
b)revisi naskah,
c)persiapan format,
d)editing akhir, dan
e) koreksi akhir (proof reading).

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/power-hover-cruise-apk/

Kuisioner

Kuisioner

Kuisioner
Kuisioner
  • Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan.
  • Macam-macam bentuk kuisioner :
    • Kuisioner Terstruktur Terbuka
      • Tingkat struktur dalam kuesioner adalah tingkat standarisasi yang diterapkan pada suatu kuesioner. Pada kuesioner terstruktur yang terbuka dimana pertanyaanpertanyaan diajukan dengan susunan kata-kata dan urutan yang sama kepada semua responden ketika mengumpulkan data.
    • Kuisioner Tak Terstruktur Terbuka
      • Kuesioner tak terstruktur yang terbuka dimana tujuan studi adalah jelas tetapi respon atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka.
    • Kuisioner Tak Terstruktur Tersamar
      • Kuesioner tidak terstruktur yang tersamar berlandaskan pada riset motivasi. Para periset telah mencoba untuk mengatasi keengganan responden untuk membahas perasaan mereka dengan cara mengembangkan teknik-teknik yang terlepas dari masalah kepedulian dan keinginan untuk membuka diri. Teknik tersebut dikenal dengan metode proyektif. Kekuatan utama dari metode proyektif adalah untuk menutupi tujuan utama riset dengan menggunakan stimulus yang disamarkan.
      • Metode proyektif merupakan cara yang digunakan untuk menggambarkan kuesioner yang mengandung stimulus yang memaksa para subjek untuk menggunakan emosi, kebutuhan, motivasi, sikap, dan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri dalam memberikan suatu jawaban atau respon.
      • Stimulus yang paling sering digunakan adalah asosiasi kata, kelengkapan kalimat, dan bercerita atau penuturan cerita.
    • Kuisioner Terstruktur Tersamar
      • Kuesioner terstruktur yang tersamar merupakan teknik yang paling jarang digunakan dalam riset pemasaran. Kuesioner ini dikembangkan sebagai cara untuk menggabungkan keunggulan dari penyamaran dalam mengungkapkan motif dan sikap dibawah sadar dengan keunggulan struktur pengkodean serta tabulasi jawaban.
  • Langkah-langkah merancang sebuah kuisioner :

1. Tetapkan informasi yang ingin diketahui.
2. Tentukan jenis kusioner dan metode administrasinya.
3. Tentukan isi dari masing-masing pertanyaan.
4. Tentukan banyak respon atas setiap pertanyaan.
5. Tentukan kata-kata yang digunakan untuk setiap pertanyaan.
6. Tentukan urutan pertanyaan.
7. Tentukan karakteristik fisik kuisioner.
8. Uji kembali langkah 1 sampai 7 dan lakukan perubahan jika perlu.
9. Lakukan uji awal atas kuisioner dan lakukan perubahan jika perlu.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/monster-fishing-apk/

Lei Jun: 10 Smartphone 5G dari Xiaomi akan Hadir di Tahun Depan

Lei Jun: 10 Smartphone 5G dari Xiaomi akan Hadir di Tahun Depan

Lei Jun 10 Smartphone 5G dari Xiaomi akan Hadir di Tahun Depan
Lei Jun 10 Smartphone 5G dari Xiaomi akan Hadir di Tahun Depan

Tahun 2019 telah menjadi tahun teknologi 5G di sejumlah negara maju dan Cina telah menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengadopsi jaringan 5G. Sekarang, pabrikan smartphone dan operator jaringan telekomunkasi di sana sedang berupaya menjadikan teknologi ini populer di masyarakat.

Xiaomi adalah pabrikan smartphone asal Cina yang telah meluncurkan dua smartphone 5G. Di negara asalnya, Xiaomi telah memasarkan Mi MIX 3 5G dan Mi 9 Pro 5G. Kini, CEO Xiaomi telah mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan lebih dari 10 smartphone yang ditenagai oleh teknologi 5G di tahun mendatang.

Tiga operator telekomunikasi Cina teratas sendiri sudah mulai menerima pra-

langganan untuk 5G di negara tersebut. Sesuai laporan yang diterbitkan awal tahun ini, lebh dari 9,3 juta pengguna telah mendaftarkan dirinya untuk menggunakan 5G, bahkan sebelum teknologi itu secara resmi diluncurkan.

China Mobile dilaporkan telah memperoleh sekitar 5,6 juta pra-langganan 5G. Sementara, angka untuk China Telecom dan China Unicom, masing-masing sekitar 1,9 juta dan 1,8 juta pra-langganan 5G. Ya! Bisa kita lihat bersama bahwa Cina sudah siap untuk menghadapi teknologi internet berkecepatan tinggi tersebut.

Dalam sebuah laporan terbaru, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company

(TSMC) memproyeksikan bahwa permintaan untuk smartphone 5G dapat mencapai 300 juta unit pada tahun depan. Saat ini, ponsel 5G hanya menyumbang 1 persen dari pasar.

Berbeda dengan TSMC, perusahaan riset Strategy Analytics memperkirakan bahwa ponsel pintar yang di dalamnya sudah memiliki kemampuan 5G akan naik menjadi 10 persen pada tahun 2020. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya konsumen yang bermigrasi ke perangkat 5G.

Cina diperkirakan akan menjadi pasar 5G terbesar ke depan karena peluncuran

awal infrastruktur 5G. Karena negara Tirai Bambu ini adalah basis Huawei, terbilang aman untuk berasumsi bahwa Huawei dapat melampaui Samsung tahun depan dalam penjualan smartphone 5G.

 

Baca Juga :

 

Resmi Datang ke Indonesia, Mi Band 4 Dijual Seharga Rp399.000

Resmi Datang ke Indonesia, Mi Band 4 Dijual Seharga Rp399.000

Resmi Datang ke Indonesia, Mi Band 4 Dijual Seharga Rp399.000
Resmi Datang ke Indonesia, Mi Band 4 Dijual Seharga Rp399.000

Tidak hanya memperkenalkan Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro, Xiaomi juga

mengumumkan penjualan smartband barunya di Indonesia. Ya! Smartband terbaru yang dijual di Indonesia adalah Mi Smart Band 4, penerus dari Mi Band 3 yang diperkenalkan pada tahun lalu.

Hadir dengan layar full color AMOLED 0,95 inci yang terbaru, perangkat wearable ini memungkinkan pengguna melihat statistik kebugaran mereka, pesan yang masuk dan notifikasi dengan cepat. Mi Smart Band 4 juga sudah dilengkapi dengan baterai berkapasitas 135 mAh.

“Punya baterai berkapasitas 135 mAh, Mi Smart Band 4 yang kami pasarkan

secara resmi di Indonesia bisa digunakan hingga 20 hari dengan sekali isi ulang baterai. Mi Smart Band 4 juga dilengkapi beberapa fitur terbaru, seperti tracking mode untuk aktivitas berenang,” jelas Alvin Tse Country Director Xiaomi Indonesia.

Lebih jauh, Alvin juga memamerkan bahwa Mi Smart Band 4 kini hadir dengan desain yang lebih ramping dan ringan. Selain itu, perangkat wearable ini juga sudah punya antarmuka alias user interface yang lebih intuitif. Tentu saja ini sengaja dihadirkan untuk memudahkan pengguna melakukan navgasi.

Fitur lainnya yang tak kalah menarik, Mi Smart Band 4 punya fitur pengunci

otomatis ketika dilepas dari pergelangan tangan pengguna. Selain itu, ada juga menu untuk mengontrol musik di smartphone. Smartband ini juga datang dengan banyak pilihan warna yang sedap dilihat.

Nah! Bagi kalian yang tertarik untuk meminang Mi Smart Band 4 yang punya daya tahan air hingga kedalaman 50 meter ini, Xiaomi menjualanya dengan harga Rp449.000. Akan tetapi, untuk harga perkenalan, Xiaomi membanderolnya seharga Rp399.000 dan bisa dibeli di Mi.com, Authorized Mi Store dan Erafone.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/