Segala Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Otot di Tubuh Kita

Segala Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Otot di Tubuh Kita

Sewaktu pertama kali mendengar kata “otot“, pasti yang terbersit di pikiran adalah seorang cowok kekar, binaragawan yang hobinya bawa barbel ke mana-mana. Ya, otot sebetulnya selamanya diidentikkan dengan kemachoan seorang laki-laki.

Padahal, tidak wajib seekstrem itu untuk beroleh kegunaan otot yang maksimal.

Otot merupakan jaringan terhadap tubuh manusia yang mampu berkontraksi (mengerut) dan relaksasi (mengendur). Pada saat berkontraksi (ya, ibu hamil itu yang berkontraksi ototnya, bukan udelnya), otot bakal menjadi lebih pendek. Sebaliknya, saat relaksasi, otot bakal memanjang.

Berdasarkan pengertian itu, selain otot, kayaknya tiap akhir bulan kita mengalami kontraksi

Memangnya apa, sih, kegunaan otot-otot ini?

Tentu, selain menjadi keliatan macho dan bikin cewek bilang, ‘Iiih berkenan dong pegang ototnyaa’, secara biologis, terdapat 5 kegunaan otot:

Ya, sebetulnya sepenting itu kegunaan berasal dari otot. Makanya, kita wajib memelihara kesehatan otot kita dengan kerap berolahraga. Supaya apa? Jelas dong. Biar nggak kaku kayak perbuatan anda sewaktu deket sama dia. Buat yang cewek, jangan takut. Olahraga nggak kemudian bikin anda berotot kayak Ade Rai kok.

Kalau tidak dibentuk dengan olahraga, otot anda mampu “kalah” oleh lemak, lho. Bawaannya menjadi lemas terus. Badan kaku. Dan, bukan tidak bisa saja anda mengalami obesitas. Serem kan?

Satu perihal yang menarik berasal dari otot adalah, otot ini selamanya bekerja. Bahkan saat kita tidak sadar, otot ini selamanya bekerja. Bahasa kerennya, otot ini mampu bekerja bahkan di didalam alam bawah tahu kita. Ya, selain otot yang kita gerakan secara tahu (otot ini disebut sebagai otot volunter), tersedia termasuk berbagai otot yang bekerja walaupun tidak kita “suruh”. Otot tipe ini, disebut dengan otot involunter/otonom.

Saat anda bernapas, misalnya. Ada otot-otot yang terus bekerja didalam mengatur proses pernapasan kita. Begitu pula dengan proses pompa darah di tubuh kita. Meskipun kita cobalah “berhenti” dengan cara tidur, otot ini selamanya bekerja, lho!

Berbicara perihal berbagai tipe otot di tubuh kita, berdasarkan susunan dan fungsinya, tersedia 3 tipe otot di tubuh kita:

Otot jantung

Otot jantung ini seringkali disebut dengan otot istimewa. Ya, layaknya yang telah dibahas di awal, otot jantung terus bekerja walaupun kita tidak sadar. Meskipun otak kita tidak menyuruhnya untuk bergerak, tapi si otot jantung ini selamanya jalankan kerjanya untuk bekerja dan bergerak.

Ya.. kalo nggak. Jantung kita berhenti, dong?

Adapun beberapa ciri otot jantung:

1. Inti sel banyak dan terletak di tengah.

2. Bentuknya memanjang, silindris, dan serabut selnya bercabang dan saling menyatu.

3. Hanya terdapat di jantung dan bekerja di luar kesadaran (involunter/otonom).

4. Kontraksinya kuat dan berirama.

5. Mempunyai garis melintang.

Otot Lurik

Otot lurik disebut termasuk dengan otot rangka. Letaknya melekat terhadap rangka tubuh dan digunakan sebagai alat pergerakan.

Lalu, kenapa disebut lurik?

Karena otot ini punyai semacam “pola” serat bergaris. Itu, lho, jikalau digambar yang semacam pola warna terang dan gelap (coba deh anda zoom gambarnya jikalau kurang jelas). Berbeda dengan otot jantung, otot lurik merupakan otot yang volunter, berarti kita wajib secara tahu menggerakkan si otot ini.

Adapun beberapa ciri berasal dari otot lurik:

1. Inti sel banyak dan berada di anggota tepi.

2. Bentuknya silindris, panjang, punyai ribuan serabut yang membentuk jaringan otot

3. Terdapat terhadap otot lengan, perut, pipi, dan rangka tubuh.

4. Termasuk otot volunter (harus bekerja dengan kesadaran)

5. Mampu bekerja keras dan cepat, tapi mudah lelah.

Otot Polos

Otot polos ini bukan berarti ototnya nggak tahu apa-apa ya…

Dinamakan otot polos gara-gara ototnya… polos. Ya, sungguh suatu penamaan yang kreatif abis. Otot polos berupa gelendong, dan termasuk ke didalam tipe otot otonom. Tebak sekitar tersedia di mana otot polos? Betul, dia umumnya melapisi organ-organ didalam di tubuh. Seperti misalnya, dinding usus, pembuluh darah, sampai dinding rahim wanita. Ya… bayangin aja jikalau dia nggak “kerja” jikalau gak kita perintahkan. Repot termasuk tiap tiap hari wajib mikir gimana caranya untuk mengalirkan darah di tubuh. www.gurukelas.co.id

Adapun beberapa ciri otot polos:

1. Hanya punyai 1 inti sel yang berada di anggota tengah.

2. Bentuknya gelendong dengan kedua ujung meruncing, bereaksi lambat tidak mudah lelah.

3. Terdapat terhadap otot peredaran darah, otot urat nadi, otot usus.

4. Termasuk otot involunter/otonom.

5. Tidak mempunyai garis melintang.

Seperti yang kita tahu, tulang-tulang mampu bergerak gara-gara adanya otot. Lalu, bagaimana, sih, caranya otot bekerja? Berdasarkan cara kerjanya, otot itu dibedakan menjadi 2 macam:

Otot Sinergis

Otot sinergis adalah otot yang bekerja sama secara searah. Maksudnya gimana tuh? Jadi, si otot-otot ini berkontraksi dan berelaksasi secara bersamaan. Saat satu otot berkontraksi, otot lainnya termasuk ikut berkontraksi. Saat satu otot relaksasi, otot lainnya termasuk ikut relaksasi. Ya, keduanya saling berjuang bersama-sama. Bukannya cuma satu pihak yang berjuang dan yang lain

Otot Antagonis

Berkebalikan dengan sinergis, otot antagonis adalah otot yang bekerja berlawanan. Artinya, andaikan satu otot mengalami kontraksi, otot yang lain jalankan relaksasi. Contohnya adalah terhadap otot bisep dan trisep.

Nah, saat ini tahu, kan, apa itu pengertian otot, fungsi, jenis-jenis otot, serta cara kerja otot. Otot yang selama ini kita pikir suatu hal yang “cowok banget”, ternyata sebetulnya punyai kegunaan yang luas dan bukan cuma sebagai ajang macho-machoan aja kan.

Liberalisme dan Sosialisme di Indonesia

Liberalisme dan Sosialisme di Indonesia

Mendengar kata liberalisme dan sosialisme mungkin telah tidak asing ya, Squad untuk kamu. Meski begitu, tahukah anda kecuali kedua menyadari ini terhitung berpengaruh dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Di artikel ini, anda bakal menyadari mengenai liberalisme dan sosialisme di Indonesia, menjadi liat konsisten ya

Pengertian dan Latar Belakang Liberalisme

Liberalisme adalah menyadari yang meyakini bahwa kebebasan politik dan ekonomi merupakan hak tiap-tiap individu dan ketidakadilan sosial merupakan perihal yang lumrah terjadi.

Awal pertumbuhan liberalisme terjadi di Inggris terhadap th. 1215. Pada kala itu, Raja John mengeluarkan piagam Magna Charta yang menjamin kebebasan hak individu. Piagam Magna Charta merupakan langkah awal pembatasan kekuasaan absolut para Raja Inggris. Pemikiran lebih lanjut mengenai liberalisme di Inggris dikembangkan oleh John Locke dalam bukunya yang berjudul Two Treatises of Government (1690). Dalam buku selanjutnya John Locke perlihatkan bahwa pemerintah mempunyai tugas utama untuk menjamin hak-hak basic rakyat.

Liberalisme di Indonesia

Liberalisme masuk ke Indonesia setelah sekularisme masuk ke Indonesia, dikarenakan sekularisme merupakan akar liberalisme. Paham-paham ini masuk secara paksa ke Indonesia lewat sistem penjajahan, lebih-lebih oleh pemerintah Hindia Belanda. Prinsip negara sekuler telah tersedia dalam Undang-Undang Dasar Belanda th. 1855 yang perlihatkan bahwa pemerintah bersikap netral terhadap agama, artinya tidak memihak keliru satu agama atau mencampuri urusan agama.

Pada th. 1870, pemerintah Hindia Belanda merasa mobilisasi politik Pintu Terbuka, yakni Indonesia terbuka bagi para pengusaha swasta (kapitalis) atau pemilik modal mampu menanamkan modalnya untuk usaha di bidang perkebunan, pertambangan, perindustrian, dan perdagangan. Para pengusaha diberi peluang untuk menyewa tanah dalam kurun kala yang lumayan lama.

Politik Pintu Terbuka di Indonesia terjadi antara th. 1870 hingga th. 1900 dan periode ini disebut sebagai zaman berpaham kebebasan (liberalisme). Pada kurun kala itu, kaum liberal yang kebanyakan terdiri atas pengusaha swasta, mendapat peluang untuk menanamkan modal usahanya di Indonesia secara besar-besaran. Usaha yang dijalankan di bidang perkebunan antara lain berupaya tanaman kopi, teh, kina, kelapa, cokelat, tembakau, dan kelapa sawit. Adapun usaha di bidang industri antara lain mendirikan pabrik rokok, pabrik gula, pabrik cokelat, pabrik teh, dan pabrik karet.

Meskipun para pengusaha diberi peluang untuk menyewa tanah dalam kurun kala yang lama, pemerintah Hindia Belanda selalu membatasinya dengan memberlakukan peraturan seperti Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-Undang Gula (Suiker Wet).

Pengertian dan Latar Belakang Sosialisme

Sosialisme lahir sebagai reaksi terhadap Revolusi Industri yang berkembang akibat liberalisme. Industrialisasi telah membangkitkan praktik kapitalisme yang lebih mementingkan individu si pemilik modal dan mengesampingkan kaum buruh yang merupakan bagian terbesar berasal dari masyarakat. Oleh dikarenakan itu, sosialisme berupaya mewujudkan kemakmuran dengan lewat usaha kolektif yang produktif di bawah kendali dan campur tangan pemerintah. Dalam sosialisme, kebebasan individu dibatasi dan menekankan pemerataan kesejahteraan bersama.

Tokoh pertama yang menyampaikan gagasan sosialisme adalah Thomas More (1478-1535). Ia menulis sebuah buku berjudul Utopia yang berisi mengenai negara impian. Kemudian, cita-cita golongan sosialis utopia direalisasikan oleh para pemikir sosialisme seperti Saint Simon (1760-1825), Robert Owen (1771-1858), dan Louis Blanc (1811-1882).

Sosialisme di Indonesia

Sosialisme pertama kali masuk ke Indonesia lewat sebuah organisasi yang dibangun th. 1914 bernama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda. Organisasi ini terhadap awalannya merupakan kumpulan berasal dari kaum sosialis Belanda yang bekerja di Hindia-Belanda dan dibentuk atas kegalauan seorang sosialis Belanda yang berhadapan dengan kondisi-kondisi sosial-politik Hindia Belanda kala itu.

Sosialis selanjutnya bernama Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet. Kedatangannya ke Hindia Belanda terhadap th. 1913 untuk bekerja di Soerjabajaasch Handelsblad (surat kabar di Surabaya) membawanya menjadi tonggak awal berasal dari kemunculan ide-ide Sosialisme di Indonesia. Ide-ide ini diwujudkan dengan munculnya Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Marhaenisme.

Pada era pertumbuhan perekonomian, sosialisme terhitung turut pengaruhi adanya pemikiran-pemikiran mengenai ekonomi Indonesia, keliru satunya adalah Moh. Hatta. Aliran sosialisme demokrasi mempunyai peranan yang penting dalam susunan pemikiran Hatta. Dalam lebih dari satu postingan pentingnya, Hatta merujuk terhadap sosialisme Barat, lebih-lebih komitmen perikemanusiaan, sebagai sumber pemikiran mengenai demokrasi untuk Indonesia merdeka.

Kehidupan ekonomi sosialis bakal terbagi dalam tiga cabang besar yakni produksi, distribusi, dan mengkonsumsi seperti halnya dalam masyarakat kapitalis, namun kelas manusia hilang dalam masyarakat sosialisme. Dalam masyarakat sosialisme yang tersedia adalah jatah faedah pekerjaan. Diilustrasikan oleh Hatta, dalam masyarakat sosialis pekerjaan saudagar selalu ada, namun saudagar yang melacak keuntungan cuma untuk dirinya sendiri telah tidak tersedia kembali dalam masyarakat tersebut.

Baca Juga :

Perkembangan Mata Pelajaran dalam Kurikulum di Indonesia

Perkembangan Mata Pelajaran dalam Kurikulum di Indonesia

Perkembangan Mata Pelajaran dalam Kurikulum di Indonesia
Perkembangan Mata Pelajaran dalam Kurikulum di Indonesia

 

Dalam sejarah penggunaan kurikulum di Indonesia setelah merdeka, ada sepuluh kurikulum yang pernah dipakai yaitu kurikulum pasca kemerdekaan 1947, 1949, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, dan KBK yang disempurnakan menjadi kurikulum KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Pada setiap periode kurikulum yang pernah diberlakukan tersebut model konsep kurikulum yang digunakan, prinsip dan kebijakan pengembangan yang digunakan, serta jumlah jenis mata pelajaran berikut kedalaman dan keluasannya tidak sama.
Variabilitas kurikulum yang digunakan berimplikasi terhadap variabilitas penuangan mata pelajaran yang harus dipelajari. Secara umum bisa dijelaskan karena adanya substansi determinan atau landasan kurikulum yang digunakan tidak sama. Meskipun unsur-unsur umum determinan kurikulum itu sama yaitu faktor filosofis, sosiologis, psikologis, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun pada setiap masa memiliki suatu kecederungan tersendiri yang menjadi warna dominan dari kurikulum itu sendiri, sebagai alat pencapaian tujuan pendidikan. Perbedaan ini juga turut menentukan mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari, juga prinsip-prinsip cara mempelajari mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum yang bersangkutan.

Landasan filosofis, berkaitan dengan pandangan hidup negara. Filosofis negara ini akan mengarahkan pada penentuan tujuan umum pendidikan nasional. Perbedaan filosofis negara, atau adanya perbedaan konsistensi pengamalan nilai-nilai filosifis akan mempengaruhi filsafat pendidikian dan filsafat kurikulum yang digunakan. Tentu ini pun akan mengarah pada susunan mata pelajaran yang harus dipelajari.
Landasan sosiologis, berkaitan dengan sistem nilai, norma, adat isitiadat, tata aturan bermasyarakat dan bernegara juga berpengaruh terhadap penggunaan sistem kurikulum. Dalam aspek sosiologis di dalamnya adalah sistem politik yang berlaku, ikut menentukan tentang apa yang harus dipelajari, kedalaman dan keluasannya, serta teknis pengembangannya.
Contoh ketika sistem politik negara menggunakan sistem sentralistik, maka pengembangan kurikulum didominasi oleh pemerintah pusat, kurang atau bahkan mungkin tidak melibatkan pemerintah daerah atau guru sama sekali. Namun ketika sistem politik berubah menjadi desetralisasi, kebijakan pengembangan kurikulum pun berubah, yang tadinya terpusat sebagian didesentralisasikan ke daerah (pemerintah daerah dan sekolah, guru).
Contoh lainnya, terdapat perbedaan kurikulum, jenis dan jumlah mata pelajaran antara negara yang demokratis dan negara yang tidak terlalu menonjolkan demokratis. Bahkan sesama negara demokratis pun masih terdapat variabilitas.
Determinan berikutnya yaitu unsur psikologis. Situasi kondisi sasaran kurikulum ikut mempengaruhi konsep dan model kurikulum. Akan terdapat perbedaan mata pelajaran, setidaknya tingkat kesulitan dan cakupannya, antara jenjang pendidikan satu dengan lainnya. Antara pendidikan normal dan pendidikan luar biasa.
Selain dari pada itu, pandangan psikologi atas bagaimana manusia belajar bermacam-macam, di antaranya ada behavioristik, kognitivistik, dan konstruktivistik. Ketiga jenis pandangan tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya. Penggunaan salah satu dari tiga pandangan atas belajar di atas, akan berpengaruh terhadap apa yang harus dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya.
Determinan terakhir yaitu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi kurikulumnya itu sendiri. Kemajuan IPTEK akan melahirkan tuntutan untuk mempelajari IPTEK kontemporer. IPTEK kontemporer memiliki karakteristik tersendiri tentang bagaimana cara untuk mempelajarinya.
Uraian di atas, menjelaskan kepada kita bahwa perkembangan mata pelajaran dipengaruhi oleh model konsep kurikulum yang digunakan. Suatu jenis model kurikulum itu sendiri memiliki karakteristik disain (tujuan, materi, strategi, dan evaluasi) tersendiri.
Di bawah ini tabel perbandingan jurusan dan mata pelajaran yang hilang dan muncul pada kurikulum kurikulum 1964 sampai dengan KTSP.
Tabel 1 Perbandingan Jurusan dan Mata Pelajaranyang Hilang dan Muncul pada Kurikulum 1964 sampai dengan KTSP (Belen, 2007)
No. Kurikulum Jurusan yang hilang Jurusan yang muncul Mapel yang hilang Mapel yang muncul
1 1964 Jurusan Budaya SMA Prakarya
2 1968 Berhitung Matematika
Pendidikan Kesehatan Keluarga
Kecakapan Khusus
3 1975 Jurusan Budaya SMA SMA: Jurusan IPA, IPS, Bahasa. Jurusan Budaya menjadi jurusan bahasa Bahasa Indonesia
Tulisan Arab
Bahasa Jawa Kuno
Muncul Broadfield: Matematika, IPA, IPS Bahasa Indonesia, Civics menjadi PMP (Pendidikan Moral Pancasila)
4 1984 SMA: Program B (Vokasional) tak dilaksanakan. Jurusan IPS dan Bahasa tetap.
Jurusan IPA di bagi dua: Jurusan ilmu-ilmu fisik dan jurusan ilmu-ilmu hayati. Jurusan Agama untuk Madrasah Aliyah.
Tata Buku. Pendidikan Keterampilan dan Pendidikan Seni tergabung menjadi Pendidikan Kertakes.
Pada Pendidikan Bahasa Indonesia dikenalkan Pragmatic.
Akuntansi, Sosiologi, Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), Tata Negara, Muatan Lokal, Keterampilan, Budaya.
5 1994 Program B SMA, Jurusan Ilmu-ilmu Fisik dan Ilmu-ilmu Hayati digabung ke jurusan IPA. Penjurusan di kelas 3 SMA: IPA, IPS, Bahasa. Tata buku, Pendidikan Keterampilan dan Pendidikan Seni tergabung menjadi kertakes.
Pada Pendidikan Bahasa Indonesia dikenalkan Pragmatic
PMP menjadi PPKn. B. Indonesia dan B. Inggris menggunakan communicative approach. Muncul bahasa Jepang dan Mandarin.
Muatan Lokal di SD dan SMP.
6 KBK Jurusan Agama SMA Penjurusan kembali ke kelas 2 SMA.
Tematik untuk kelas I dan II SD.
PPKn menjadi PKn. Di SMA Antropologi digabungkan ke Sosiologi. Diberi jam untuk pembiasaan di SD dan SMP. Muatal lokal tak ditangani. Bahasa Inggris SD dan Komputer SD menjadi pilihan. ICT di SMA. Konsep Kimia dimasukkan ke IPA. Konsep Sosiologi dimasukkan ke IPS. Pembiasaan di SD dan SMP.
7 KTSP Tematik kelas I-III SD. Antropologi terpisah dari Sosiologi di SMA. IPA dan IPS terpadu di SMP. Muatan Lokal dihidupkan lagi bahkan sampai SMA. Pengembangan Diri (Pembiasaan) bahkan sampai SMA.

Tujuan dan Mata Pelajaran dalam KTSP

Tujuan pendidikan dalam KTSP menggunakan istilah kompetensi. Ada kompetensi lulusan, kompetensi rumpun mata pelajaran, kompetensi mata pe-lajaran, standar kompetensi, dan kompetensi dasar. Telah dijelaskan secara singkat di muka, bahwa untuk kompetensi lulusan dan kompetensi rumpun mata pelajaran akan dicapai oleh sejumlah mata pelajaran. Sedangkan untuk kompetensi mata pelajaran dicapai setelah dicapainya sejumlah kompetensi dasar.
Untuk mencapai kompetensi dasar, setiap kompetensi dasar yang ada dalam mata pelajaran harus diterjemahkan oleh guru di sekolah ke dalam bentuk indikator hasil belajar. Indikator hasil belajar ini merupakan gambaran tentang kemampuan-kemampauan yang lebih kecil, yang akumulasinya membentuk kompetensi dasar. Dengan kata lain indikator hasil belajar ini merupakan tujuan jarak dekat, yang akan dicapai oleh satu kali proses pembelajaran. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa indikator hasil belajar itu analog dengan tujuan pembelajaran khusus.

Diambil dari:

Surya Dharma, MPA., Ph.D. 2008. Pengembangan Mata Pelajaran dalam KTSP. (materi diklat pengawas sekolah). Jakarta:Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional.

Prinsip Metodologi Penelitian Ilmiah

Prinsip Metodologi Penelitian Ilmiah

Penelitian Ilmiah

Prinsip Metodologi

Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji perihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti di dalam kegiatan ilmiah mereka.


Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, diantaranya:

  1. Rene Descartes

Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu:

  1. Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah.
  2. Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu: (1) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi, (2)

  1. Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk  mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.(3) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru. (4) Buatlah penomoran untuk seluruh
  2. permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan. (5)Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti.
  3. Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: (1) Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak. (2) Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. (3) Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.

  1. Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.
  2. Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.
  1. Alfred Julesayer

Dalam karyanya yang berjudul Language, Truth and Logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu:

  1. Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan.
  2. Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna.
  3. Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena pernyataan-pernyataan metafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidak bermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapun

  1. Karl Raimund Popper

K.R. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupa sifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada. K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut:

  1. Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikan kebenarannya melalui prinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaan sementara), tak ada kebenaran terakhir.
    Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat.
  2. Cara kerja metode induksi yang secara sistematis dimulai dari pengamatan (observasi) secara teliti gejala (simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang berulang -ulang itu akan memperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumuskan menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesa itu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya. Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum.
    K.R. Popper menolak cara kerja di atas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa sebuah pernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris.
  3. K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS, yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa, hukum, ataukah teori kebenarannya bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa semua angsa berbulu putih melalui prinsip falsifiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih (entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan tersebut. Namun apabila suatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan, maka hipotesa tersebut semakin diperkokoh (CORROBORATION).

Akhirnya, semoga peristiwa mengarang indah seperti yang saya lamunkan dapat dihindari dan sekelumit eceran informasi ini bisa mengisi penelitian yang benar indah.


Sumber : Ngelag.Com

Generasi Muda Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Sumber Ekonomi Baru

Generasi Muda Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Sumber Ekonomi Baru

Pada era revolusi industri 4.0, masa mendatang Indonesia bertumpu pada generasi muda. Kreativitas dan inovasi generasi muda bakal melahirkan sekian banyak  sumber ekonomi baru yang bakal menjadi motor penggerak ekonomi bangsa di era Revolusi Industri 4.0.

Hal ini dikatakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada acara wisuda Institut Teknologi Del, Sitoluama, Toba Samosir, Sumatera Utara (8/9/2018).

Menristekdikti mengungkapkan “Unicorn” startup Indonesia didominasi hasil pemikiran anak muda. Menteri Nasir menambahkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah warga terbanyak ke-4 di dunia hendaknya bisa memaksimalkan potensi sumber daya insan yang ada, sampai-sampai dapat menambah perekonomian Indonesia.

1. Sains dan teknologi menjadi populer

“Diperkirakan pada tahun 2030, GDP Indonesia bakal berada urutan ke-7 dunia, dan pada tahun 2050 pada urutan ke-4. Hal ini sebab apa ? Karena Sustainable Development Goals Indonesia. Oleh karena tersebut angkatan kerja Indonesia mesti dikelola dengan baik,” ucap Menristekdikti seperti dikutip dari laman sah Kemenristekdikti.

Nasir berpesan untuk wisudawan untuk tidak jarang kali berkembang mengekor perubahan zaman, dan menggali peluang-peluang baru dalam dunia kerja. Ia bercita-cita sains dan teknologi menjadi bidang ilmu populer dan minat anak-anak Indonesia pada bidang ilmu ini meningkat.

“Lulusan IT Del mesti ber-mindset positif work habit, dapat berkomunikasi baik dan giat membangun masa mendatang Indonesia yang lebih baik. Karena bidang berikut yang akan mendukung ekonomi Indonesia kedepannya,” ujarnya.

2. Kecerdasan, kesehatan dan karakter

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang pun adalah Ketua Pembina Yayasan Del dalam sambutannya mengucapkan bahwa Institut Teknologi Del adalah salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang sudah siap menyongsong kendala Revolusi Industri 4.0.

“Salah satu program studi kesatu yang didirikan di IT Del ialah www.pelajaran.id prodi Teknologi Informatika. IT Del sudah melakukan tidak sedikit kerjasama dengan dunia Industri supaya lulusannya dapat cocok dengan keperluan dunia kerja,” ujar Menko Luhut.

Menko Luhut berpesan supaya lulusan IT Del mempunyai tiga hal fundamental yakni kecerdasan, karakter yang baik dan sehat secara fisik untuk dapat menjadi pemimpin yang menjadi panutan.

3. Ekonomi bersumber inovasi

Duta Besar Amerika Serikat guna Indonesia Joseph Donovan menyokong pemuda Indonesia guna berkontribusi pada ekonomi global di abad ke-21. Ia menuliskan Indonesia adalahmitra strategis, baik pada bidang edukasi maupun bidang ekonomi.

Dubes bercita-cita kemitraan Indonesia dan Amerika pada sekian banyak  bidang bisa diperkuat, sebab Indonesia adalahmitra strategis Amerika.

“Saya percaya masa mendatang Indonesia dan ekonominya bersumber dari inovasi. Saya yakin masih tidak sedikit peluang-peluang kerjasama ekonomi yang bebas, adil dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Amerika pada era digital,” ucapnya.

Dasar Pertimbangan Pemilihan Media

Dasar Pertimbangan Pemilihan Media

Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
Dasar Pertimbangan Pemilihan Media

Media Jadi dan Media Rancangan

Ditinjau dari kesiapan pengadaannya media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena sudah merupakan komoditi perdagangan dan terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai (media by utilization), dan media rancangan karena perlumedia ini mempunyai kelebihan dan keterbatasan. dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud atau tujuan pembelajaran tertentu (media by design). Masing-masing jenis
Kelebihan dari media jadi adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya.

Sebaliknya mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu akan memeras banyak waktu , tenaga maupun biaya karena untuk mendapatkan keandalan dan kesahihannya diperlukan serangkaian validisasi prototipnya.
Kekurangan dari media jadi ialah kecilnya kemungkinan untuk mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau kebutuhan pembelajaran setempat.


6.2 Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah:
1)      Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media
2)      Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyektor transparansi
3)      Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret, dan
4)      Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bias dilakukannya, misalnya untuk menarik menarik minat atau gairah belajar siswa.
Jadi, dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc.Conel (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah, “If The Medium Fits, Use it!”.


6.3 Kriteria Pemilihan

Profesor Ely dalam kuliahnya di Fakultas Pascasarjana IKIP Malang tahun1982 mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan.Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar-mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan.

Dalam hubungan ini Dick dan Carey (1978) menyebutkan bahwa di samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media.

1)      Ketersediaan sumber setempat.
2)      Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga dan fasilitasnya.
3)      Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama.
4)      Efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.


POKOK PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA

POKOK PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA

POKOK PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA
POKOK PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA

Pokok-pokok Pengertian

1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesama manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata hati). Dengan demikian, maka Dasa darma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Tri satya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.


Penjelasan masing-masing Darma

1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

1.Takwa
1. Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain.
2. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun diakhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa, yaitu:


1. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
3. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu.


2. Tuhan
Di sini kita dapat mencoba memahami pengertian kita tentang Tuhan baik berpangkal dari kemanusiaan yang antara lain dianugerahi akal budi, maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci yang diturunkan kepada kita melalui para Nabi/ Rosul.

1. Dari segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama).
Karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan menembus segala-galanya.

2. Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabda-Nya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang. Tuhan menjadikan alam semesta termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya karena firman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi ada, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur.

Dari yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Illahi dengan yang ada dalam alam ini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Maha Esa. Namun sebagai insan manusia, kita akan berusaha memahami apa arti Esa pada Tuhan itu.


3. Esa= satu/tunggal.

Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau dibanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.
“Tiada Tuhan selain Allah”.

3. Berbicara tentang pengertian takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat dipisahkan dari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.
Moral, budi pekerti atau akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesama manusia, sesama makhluk, dan terhadap diri sendiri. Akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa meliputi cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci karena Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengandung unsur-unsur takwa, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berbudi pekerti yang luhur.


Akhlak terhadap sesama manusia atau terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara sesama, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga- menghargai, memberi maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhlak terhadap sesama manusia mengandung unsur hubungan kemanusiaan mengandung unsur hubungan kemanusiaan yang baik akhlak terhadap sesama akhlak Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya,

Akhlak terhadap sesama makhluk Tuhan mengandung unsur peri kemanusiaan.
Akhlak terhadap diri sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba, tamak, lekas putus asa, dan sebagainya.
Akhlak terhadap diri sendiri mengandung unsur budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu menyesuaikan diri.


3. Pelaksanaan
1. Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudah seharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalam dan diperkuat. Iman anak didik kepada Tuhan itu belum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertulis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah laku kehidupan anak didik.


Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh lingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak cara dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.

Cara atau metode dapat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalam ajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut) seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongkret dari takwanya kepada Tuhan di samping do’a, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.


Sebagai Contoh.
Sikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalam hidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.
2. Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangkan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain sampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.
Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.
Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.


Akhirnya, akan berguna bagi sesama manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
3. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
4. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
5. Menghormati orang beragama lain.
6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
7. Menghormati orang tua.
2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
a. Pengertian
1. Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda alam.
Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia. Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima indera manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaan-NYa.


Wajar dan pantaslah Pramuka secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.
Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara karena hutan, tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangkan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.
Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber alam ini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.

2. Yang dimaksud dengan cinta dan kasih sayang apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingin dan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.


Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya karena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketentuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih sayang.

3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila
b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.


2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.
1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.


2.Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.
3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
a. Pengertian
1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.
2. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.
3. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.
4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.
5. Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1. Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:
1. menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Sumber : www.gurupendidikan.co.id

Keterampilan Komunikasi Interpersonal

Keterampilan Komunikasi Interpersonal

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari pengaruh manusia lain. Manusia adalah makhluk sosial yang merubah perilaku orang lain dan dipengaruhi oleh perilaku mereka. Hubungan sosial tergantung terhadap penyesuaian timbal balik pada perilaku tersebut. Namka (Rashid, 2010) mengamati bahwa sosialisasi adalah kapabilitas manusia untuk terjalin positif dengan orang-orang didalam masyarakat. Cara yang digunakan untuk bersosialisasi cocok dengan usianya.

Keterampilan Komunikasi Interpersonal

Dalam bersosialisasi, keterampilan komunikasi interpersonal sangatlah dibutuhkan, komunikasi interpersonal paling kerap dianggap sebagai seperangkat keterampilan yang amat mungkin kita untuk berkomunikasi, terjalin dan bersosialisasi dengan orang lain. Fenomena rendahnya tingkat keterampilan komunikasi interpersonal di sekolah dapat diamati berdasarkan perilaku yang terlihat terhadap siswa, di antaranya: siswa yang malu didalam mengemukakan pendapat, memiliki perilaku komunikasi yang tidak cukup baik dengan siswa lain sehingga mengakibatkan perselisihan dan perkelahian, dan siswa yang mulai tidak cukup yakin diri didalam menjalin jalinan dengan rekan sebayanya.

Keterampilan komunikasi interpersonal yang efektif sangat perlu untuk membangun dan pelihara jalinan didalam jalinan sosial. Keterampilan komunikasi yang jelek dapat memicu kerusakan hubungan, merubah produktivitas, kepuasan, kinerja, moral, kepercayaan, rasa hormat, keyakinan diri, dan lebih-lebih kesegaran fisik (Un ange passé, 2008: 1-2).

Menurut Johnson (1993), keterampilan komunikasi interpersonal merupakan keseluruhan kapabilitas seseorang yang digunakan untuk berinteraksi atau terjalin secara efektif dengan orang lain. Keterampilan komunikasi interpersonal pilih kapabilitas seseorang berikut untuk memulai, mengembangkan, pelihara kepedulian dan jalinan yang produktif didalam suatu proses interaksi. Dengan kata lain, keterampilan komunikasi interpersonal adalah kapabilitas seseorang yang digunakan untuk berinteraksi dari satu orang ke orang lain secara tatap muka yang mencerminkan khusus karakteristik individu untuk membina jalinan yang mantap dan mengetahui dengan orang lain.

Berdasarkan hasil observasi dan penyebaran kuesioner yang dijalankan oleh Winarti dan Yahya (2016) di SMA Negeri 2 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, tetap terkandung peserta didik kelas XI yang memiliki komunikasi interpersonal yang rendah seperti: berbicara terhadap saat tersedia yang sedang mengemukakan pesan, terbata-bata saat sedang mengemukakan pesan atau tujuan, kerap mengfungsikan bahasa yang sukar dimengerti sehingga memicu multitafsir, hasrat yang rendah untuk mengakui kekeliruan dan condong menyalahkan orang lain, kurangnya rasa akrab, dan membantah perintah.

Hasil penelitian dari Kartika dkk. (2014) tunjukkan bahwa terkandung kontribusi komunikasi interpersonal terhadap penyesuaian diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan. Sementara itu, hasil penelitian Purnomo dan Harmiyanto (2016) tunjukkan adanya jalinan yang penting pada keterampilan komunikasi interpersonal dengan keyakinan diri siswa kelas X di SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar. Hal ini tunjukkan bahwa siswa yang memiliki keterampilan komunikasi tinggi umumnya termasuk memiliki keyakinan diri yang tinggi.

Berdasarkan fenomena dan hasil penelitian di atas, untuk mengantisipasi rendahnya tingkat keterampilan komunikasi interpersonal, dibutuhkan usaha yang dijalankan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) untuk menghindar rendahnya keterampilan komunikasi interpersonal. Contohnya dengan pemberian orientasi sarana BK secara personal maupun kelompok. Guru BK termasuk dapat menyebarkan skala keterampilan komunikasi interpersonal untuk mengetahui tingkat keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Dari hasil skalanya nanti guru BK dapat memberi tambahan pembinaan yang baik kepada siswa sehingga mereka memiliki keterampilan komunikasi interpersonal dan tidak mengakibatkan pengaruh negatif terhadap penyesuaian diri dengan lingkungan sosialnya.

sumber : https://www.ruangguru.co.id/

“Center of Attention” (Pusat Perhatian) Pada Remaja

“Center of Attention” (Pusat Perhatian) Pada Remaja

Center of attention” atau obsesi untuk jadi pusat perhatian merupakan tidak benar satu problematika remaja yang jadi tanggung jawab kami semua, baik sebagai orangtua, guru/dosen (pendidik), khususnya guru Bimbingan dan Konseling.

(Pusat Perhatian) Pada Remaja

Center of attention dapat terjadi ke dua arah yaitu positif dan negatif. Salah satu implementasi center of attention ke arah positif dapat dicermati dikala remaja dapat tunjukkan prestasi akademiknya, namun untuk arah yang negatif dapat dicermati dari masalah semacam Awkarin atau Afi Nihaya. Kedua nama yang paling akhir ini menghebohkan dunia sarana sosial. Pada masalah ini terlalu tahu keluar “center of attention” yang timbul dari sistem aktualisasi diri.

Berikut ini penjelasan dari tidak benar satu berita di dunia maya yang menyoroti tentang masalah center of attention: “Ada kecenderungan, memang bahagia jadi center of attention termasuk ya mereka ini,” kata psikolog anak dan remaja, Ratih, dari RaQQi-Human Development & Learning Centre waktu berbincang bersama detikcom, Rabu (21/9/2016). “Sebenarnya barangkali terkecuali dibandingkan bersama remaja zaman pernah enggak ada jauh beda terkecuali soal eksistensi, cuma barangkali remaja zaman pernah bukan digital native, ya. Artinya mereka enggak dan juga merta langsung dapat menampilkan apa yang mau mereka tampilkan karena enggak ada medianya. Kalau remaja sekarang mereka miliki medianya, mereka dapat langsung posting, sehingga mempermudah mereka untuk sistem eksistensi,” tahu Ratih.

Dalam pencarian identitas yang baru, remaja mesti hadapi beragam tantangan dan konflik terhadap dirinya. Konflik keluar pada usaha untuk berperilaku baik di mata orang tua dan berperilaku di dalam cara yang dapat menjadikan mereka bahan olok-olokan rekan sebayanya. Remaja miliki imajinasi dan ambisi yang tidak terbatas dan bercita-cita untuk meraih prestasi yang gemilang. Remaja yang diterima, dicintai, dan dihargai oleh keluarga dan rekan sebaya biasanya meraih keyakinan diri dan dapat mengembangkan potensi dan tujuan-tujuan positif untuk meraih tingkat aktualisasi diri (Kozier, 2010). Center of attention terhadap remaja mengimbuhkan tidak benar satu deskripsi bagaimana remaja idamkan diperhatikan keberadaannya.

Pandangan postmodern percaya terhadap realitas subjektif yang berasumsi realitas itu tidak ada dan tidak dapat bersama bebas diobservasi. Social constructionism adalah tidak benar satu tahu yang berada di dalam lingkup postmodernism yang melihat realitas subjek tanpa membantah apakah itu akurat atau rasional. Social constructionism didasarkan terhadap pemanfaatan bhs dan manfaat dari situasi/lingkungan area klien tinggal. Realitas adalah sesuatu yang sudah dibentuk secara sosial. Dalam tahu ini, masalah ada karena klien/orang menganggapnya sebagai masalah dan perlu untuk diselesaikan.

Kasus-kasus yang dihadapi remaja terhadap waktu ini mengimbuhkan deskripsi bagaimana remaja berusaha jadi center of attention. Guru, orang tua dan lingkungan mesti dapat memosisikan diri sebagai individu yang terbuka di dalam beragam hal. Melihat sesuatu tidak cuma dari satu sudut pandang. Yang paling penting adalah mempunyai remaja sehingga dapat jadi center of attention yang cocok bersama kearifan lokal.

MATERI PENGANTAR DASAR PENDIDIKAN

MATERI PENGANTAR DASAR PENDIDIKAN

MATERI PENGANTAR DASAR PENDIDIKAN
MATERI PENGANTAR DASAR PENDIDIKAN

Bab 1 HAKIKAT MANUSIA DAN DIMENSI SERTA PENGEMBANGANNYA

A. Hakikat Manusia
Menurut Bath dalam Reja (1975:14) tentang teori manusia bahwa “manusia pada saat dilahirkan berada dalam tahapan perkembangannya yang bukannya lebih, melainkan kurang dari hewan”. Menurut Meitzshe dalam Reja (1975:15) “manusia adalah hewan yang belum ditetapkan”. Menurut Majid Noor (1981:21) secara pendekatan filsafat manusia terdiri dari badan dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Ada 3 aliran pemikiran:
1. Aliran materalisme yaitu aliran yang memandang bahwa yang penting adalah badan manusia, jiwa hanya masalah yang kurang penting, jiwa hanya membonceng saja dalam tubuh. Menurut Feurbach dalam Majid Noor (1981:22) berpendapar bahwa dibalik manusia tidak ada makhluk lain yang misterius yang disebut jiwa.
2. Aliran spritualisme memandang bahwa yang penting adalah jiwa. Tokohnya antara lain Plato yang berpendapat bahwa jiwa lebih agung dari pada badan, jiwa telah ada di alam atas sebelum masuk kedalam badan.
3. Aliran dualisme menganggap bahwa badan dan jiwa sama pentingnya. Tokohnya Rene Descartes dalam Majid Noor (1981:24) jiwa adalah substansi yang berfikir dan badan adalah substansi yang berkeleluasaan. Dualisme terbagi atas paralelisme (badan sejajar kedudukannya dengan jiwa) dan monoisme (antara badan dan jiwa telah terjadi perpaduan sehingga manunggal).

B. Wujud Sifat Hakikat Manusia

Dikemukakan oleh paham eksistensialisme:
  1. Kemampuan menyadari diri. Bahwa manusia menyadari dirinya memiliki ciri yang khas atau karakteristik diri.
  2. Kemampuan untuk bereksistensi. Kemampuan menempatkan diri, dapat menembus kesana ke masa depan atau masa lampau.
  3. Kata hati (Gewetwn of man). Disebut juga dengan istilah hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati, dll.
  4. Moral. Jika kata hati diartikan sebagai bentuk pengertian yang menyertai perbuatan, maka moral (etika) adalah perbuatan itu sendiri.
  5. Tanggungjawab. Adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja (suyadi 1985).
  6. Rasa kebebasan. Adalah rasa bebas tetapi yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia.
  7. Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak.
  8. Kemampuan menghayati kebahagiaan.

C. Kodrat, Harkat dan Martabat Manusia

Kodrat manusia merupakan keseluruhan sifat-sifat asli, kemampuan-kemampuan atau bakat-bakat alami, kekuasaan, bekal disposisi yang melekat pada kebaradaan/eksistensi manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan YME. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuan-kemampuan yang disebut cipta, rasa dan karsa. Derajat manusia adalah tingkat kedudukan atau martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki bakat, kodrat, kebebasan hak, dan kewajiban asasi.
  • SIFAT HAKEKAT  MANUSIA
1.    Pengertian dan Sifat Hakekat Manusia
Ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan
2.    Pendidikan Bersifat Filosofis
Filosofis berarti berdasarkan pengetahuan dan penyelidian dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal dan hokum, termasuk termasuk teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan (berintikan logika, estetika, metafisika, epistemology dan falsafah)
Untuk mendapatkan landasan pendidikan yang kukuh diperlukan adanya kajian yang bersifat mendasar, sistematis dan Universal tentang ciri hakiki manusia
3.    Pendidikan Bersifat Normatif
Normatif berarti bersifat norma atau mempunyai tujuan/aturan
Pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuhkembangkan sifat hakikat manusia sebagai sesuatu yang bernilai luhur, dan hal itu menjadi keharusan.
  •  WUJUD SIFAT HAKEKAT MANUSIA
1.    Kemampuan Menyadari Diri
Kemampuan Mengeksplorasi potensi yang ada, dan mengembangkannya kearah kesempurnaan dan menyadarinya sebagai kekuatan
2.    Kemampua Bereksistensi
Manusia bersifat aktif dan manusia dapat menjadi manejer terhadap lingkungannya
3.    Pemilikan Kata Hati
Kemampuan membuat keputusan tentang baik/benar  dengan yang buruk/salah bagi manusia
Cara meningkatkan : melatih akal/kecerdasan dan kepekaan emosi
4.    Moral (etika)
Perbuatan yang dilakukan/nilai-nilai kemanusiaan
Bermoral sesuai dengan kata hati yang baik bagi manusia, dan sebaliknya
Etiket hanya sekedar kemampuan bersikap/mengenai sopan santun
5.    Kemampuan Bertanggung Jawab
Suatu perbuatan harus sesuai dengan tuntutan kodrat manusia
6.    Rasa Kebebasan (Kemerdekaan)
Kebebasan yang terikat(bertanggung jawab)
Tugasn pendidikan membuat pesreta didik merasa merdeka dalam menjalankan tuntutan kodrat manusia.
7.    Kesediaan Melaksanakan Kewajiban dan Menyadari Hak
Dapat ditempuh dengan pendidikan disiplin:
  • Disiplin Rasional -> dilanggar -> rasa Salah
  • Disiplin Afektif -> dilanggar -> rasa Gelisah
  • Disiplin Sosial -> dilanggar -> rasa Malu
  • Disiplin Agama -> dilanggar -> rasa Berdosa
8.    Kemampuan Menghayati Kebahagiaan
Kesanggupan menghayati kebahagiaan berkaitan dengan 3 hal : Usaha, norma-norma, dan Takdir. Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com