Guru Desak Pemerintah, Pendidikan Nasional Jangan lagi Parsial dan Sporadis!

Guru Desak Pemerintah, Pendidikan Nasional Jangan lagi Parsial dan Sporadis!

Guru Desak Pemerintah, Pendidikan Nasional Jangan lagi Parsial dan Sporadis!
Guru Desak Pemerintah, Pendidikan Nasional Jangan lagi Parsial dan Sporadis!

Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) menilai sudah waktunya bagi pemerintah untuk membuat pola dasar atau cetak biru pendidikan secara nasional yang melibatkan seluruh komponen pendidikan. Pendidikan Nasional jangan lagi parsial dan sporadis.

Ini diperlukan agar pembangunan pendidikan nasional tak lagi dilakukan secara

parsial dan sporadis. Pembangunan pendidikan seharusnya lebih terencana, komprehensif dan melibatkan semua pihak.

“Cetak biru pendidikan nasional sangat mendesak. Tujuannya agar bisa menjadi pedoman, agar bisa menjadi pedoman, tolok ukur dan petunjuk arah dalam menjalankan kebijakan-kebijakan pendidikan secara nasional,” ujar Sekretaris Jenderal FGSI Heru Purnomo dalam keterangan tertulis, Rabu (2/5).

Selain itu, Heru juga meminta pemerintah menata Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) maupun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tak bermutu. Harapannya, guru yang dihasilkan akan lebih berkompeten.

“Kurikulum di LPTK mesti disesuaikan dengan perkembangan zaman dan

teknologi. Begitu juga dengan kurikulum yang memuat pendidikan ramah anak dan kemampuan berpikir kritis,” tambahnya.

Menurut Heru, guru juga harus dibekali dengan pendidikan ramah anak dan memahami UU Perlindungan Anak. Selain itu, guru mesti dibekali kompetensi sosial dan kepribadian yang matang.

“Sudah waktunya dibuat peraturan setingkat perpres mengenai perlindungan

guru di sekolah. Kemudian peraturan setingkat tentang Penanganan kekerasan di sekolah,” katanya

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

Siap-siap, Tahun 2019 Ujian SBMPTN Gunakan Smartphone

Siap-siap, Tahun 2019 Ujian SBMPTN Gunakan Smartphone

Siap-siap, Tahun 2019 Ujian SBMPTN Gunakan Smartphone
Siap-siap, Tahun 2019 Ujian SBMPTN Gunakan Smartphone

Inspektur Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

(Kemenristekdikti) Jamal Wiwoho menyebut, tahun depan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) akan menggunakan smartphone Android.

“Sistem menggunakan komputer kan baru dua atau tiga tahun lalu. Nanti akan

kami kembangkan supaya lebih efektif dan efisien, menggunakan Android,” kata Jamal di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (8/5).

Dikatakan, tahun ini ujian SBMPTN menggunakan Android memang sudah mulai dilakukan. Hanya saja, tahun ini masih dalam tahap uji coba.

Ketua Panitia Pusat SBMPTN 2018, Ravik Karsidi menyebut, ujian SBMPTN

menggunakan Android hanya dilakukan di Universitas Padjajaran Bandung. Di lokasi ini, dibuka sebanyak 1. 000 kuota ujian yang menggunakan Android.

Peserta SBMPTN 2018 secara nasional ada sekitar 861 ribu yang mengikuti ujian pada Selasa (8/5) ini. Khusus untuk di Panlok 46 Yogyakarta, diikuti 43.824 peserta.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi
Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan, Totok Suprayitno tidak sepakat dengan anggapan bahwa penambahan kuota menjadi 30 persen untuk jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi 2020 berpotensi menimbulkan kastanisasi sekolah. Menurut dia, siswa di dalam zona tetap menjadi prioritas meskipun tahun depan kuotanya turun menjadi minimal 50 persen.

“Siswa di dalam zona tetap diutamakan. Zonasi itu dilonggarkan ikatannya.

Persoalannya di mana? Ini pilihan anak-anak di dalam zona dijamin dapat sekolah di zonanya itu, sehingga terjadi campuran antara yang berprestasi tinggi dan tidak. Nah, dengan semangat mengecilkan (kuota zona), memungkinkan anak-anak berprestasi di luar zona, juga masuk ke sini (sekolah pilihan di luar zona siswa). Dari sisi itu, satu memberikan apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi di berbagai bidang,” kata Totok di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu 17 Desember 2019.

Baca Juga: Kemendikbud: UN Tidak Dihapus, Cuma Ganti Format

Ia mengklaim, menambah kuota jalur prestasi dengan mengurangi jalur zonasi

murni sudah melalui evaluasi. Dengan demikian, ucap dia, semangat PPDB berbasis zonasi tetap terjaga. Yakni untuk mewujudkan kualitas pendidikan dasar dan menengah nasional secara merata. Jalur perpindahan orang tua tetap maksimal 5 persen dan jalur afirmasi KIP sebesar 15 persen.

 

Baca Juga :

Cetak Biru Pendidikan Harus Berbasis Data Kebutuhan Guru dan Sekolah

Cetak Biru Pendidikan Harus Berbasis Data Kebutuhan Guru dan Sekolah

Cetak Biru Pendidikan Harus Berbasis Data Kebutuhan Guru dan Sekolah
Cetak Biru Pendidikan Harus Berbasis Data Kebutuhan Guru dan Sekolah

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, cetak biru pendidikan yang sedang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berbasis data kebutuhan guru dan sekolah.

Dengan demikian, target dari cetak biru bertujuan untuk pemerataan sebaran

guru dan akses masyarakat terhadap pendidikan.

Ia menegaskan, program peningkatan mutu guru akan berjalan simultan dengan akses dan sebaran guru. Menurut dia, cetak biru tersebut juga harus bersifat jangka panjang dan dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bikin e-KTP Masih Akan Sulit Tahun 2020, Ada Anggapan Orang Termiskin Adalah Mereka yang Tak Punya e-KTP

“Pemerintah harus menyesuaikannya dengan target yang akan dicapai

berdasarkan kesepakatan bersama. Seandainya ini sebuah gedung, maka gedung yang mau dibuat bentuknya sudah disepakati bersama,” kata Indra di Jakarta, Minggu 29 Desember 2019.

Ia menjelaskan, Kemendikbud sudah memiliki data yang cukup akurat terkait

pemetaan sebaran peserta didik, guru, dan sekolah. Hal tersebut didapat dari evaluasi penyelenggaraan ujian nasional (UN).

Kendati demikian, pemerintah, khususnya Kemendikbud tidak pernah menindaklanjuti hasil pemetaan tersebut dengan langkah konkret.

Baca Juga: Bima Arya Bolehkan Pesta Tahun Baru di Bogor dengan Syarat

Ia berharap, dalam 5 tahun ke depan, Kabinet Indonesia Maju menunjukan kebijakan yang nyata dengan mengeksekusi setiap hasil evaluasi pembangunan pendidikan nasional.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

5 Tahap Usia yang Harus Diketahui Orangtua dalam Membangun Karakteristik Anak

5 Tahap Usia yang Harus Diketahui Orangtua dalam Membangun Karakteristik Anak

5 Tahap Usia yang Harus Diketahui Orangtua dalam Membangun Karakteristik Anak
5 Tahap Usia yang Harus Diketahui Orangtua dalam Membangun Karakteristik Anak

Sebagai orang tua pasti berharap memiliki anak dengan karakteristik yang baik.

 

Jika Anda merupakan orang tua maka menanamkan karaker yang baik pada anak Anda agar mereka dapat menjalani kehidupan yang sukses dan bahagia.

Lalu apa sebenarnya karakter itu, menurut Dr. AA Roback dalam bukunya “The Psychology of Character”.

Baca Juga: Instagram vs Dunia Nyata, Tidak Selalu Sama

Ia mendefinisikan karakter adalah indikasi kemampuan seseorang dalam

merasakan atau menyampaikan rasa takut, keserakahan, keegoisan, dan kebanggaan selagi menjalankan kehidupannya.

Karakter adalah sebuah cerminan dari siapa diri kita, memilih menjadi siapa, sikap dan nilai-nilai yang mengatur perilaku kita, serta mencerminkan bagaimana perasaan kita tentang diri sendiri dan orang lain.

Mengembangkan karater anak bukanlah suatu proyek jangka pendek.

 

Baca Juga: Justin Bieber akan Rilis Album Setelah Vakum 5 Tahun

Untuk membangun karakter seorang anak, Anda sebagai orang tua harus konsisten karena mengajarkan karakter bukanlah tugas yang mudah.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Kontrak Kerja Untuk Proyek IT

Kontrak Kerja Untuk Proyek IT

Kontrak Kerja Untuk Proyek IT
Kontrak Kerja Untuk Proyek IT

Kontrak (perjanjian) adalah suatu “peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal”. (Subekti, 1983:1)
Contoh draft kontrak kerja:

SURAT PERJANJIAN KONTRAK KERJA SERVICE DAN PERAWATAN KOMPUTER
Yang bertanda tangan dibawah ini :
• NAMA : ARDI SETIAWAN
• JABATAN : KEPALA MANAJER
• PERUSAHAAN : PT. LANDLINE
• ALAMAT : CYBER BUILDING, Lt. 7, JL. KUNINGAN BARAT NO. 8, KUNINGAN, JAKARTA SELATAN, DKI JAKARTA 12710
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. LANDLINE, selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
• NAMA : ELLENSAFITRI WIGATI
• JABATAN : TEKNISI
• PERUSAHAAN : PT. PCS SUITE
• ALAMAT : ADS BUILDING, Lt. 3, JL. PANJANG NO. 71, KEBON JERUK, JAKARTA BARAT, DKI JAKARTA 11510
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. PCS SUITE, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
• Bahwa Pihak Kedua adalah seorang Teknisi Freelance yang bergerak dalam
bidang usaha jasa dan perdagangan informasi teknologi.
• Bahwa antara Kedua belah pihak telah mufakat untuk mengadakan perjanjian kontrak service pemeliharaan dan perbaikan komputer pada kantor Pihak Pertama dengan biaya sebesar Rp. 15.000.000 / Bulan

Dengan ketentuan sebagai berikut :
Pasal 1 BENTUK KONTRAK KERJA
1. Bentuk kontrak kerja adalah pelaksanaan kegiatan Maintenance Support and Services (Jasa Perbaikan Komputer (CPU, Monitor dan Printer), Networking Maintenence and Installation (Instalasi dan perawatan Jaringan), Hardware and Software Computer Procurement (Pengadaan Hardware dan Software Komputer)
2. Daftar, jumlah dan klasifikasi komputer (CPU, Monitor, Printer) yang menjadi tanggung jawab Pihak Kedua sebagaimana terlampir.

Baca Juga : 

PESAN SELAMA BELAJAR ETIKA & PROFESIONALISME TSI

PESAN SELAMA BELAJAR ETIKA & PROFESIONALISME TSI

PESAN SELAMA BELAJAR ETIKA & PROFESIONALISME TSI
PESAN SELAMA BELAJAR ETIKA & PROFESIONALISME TSI

Kesan saya pada mata kuliah ini lebih memudahkan mahasiswa untuk menyelesaikan tugasnya dan tidak usah terburu – buru sama dosen karena dengan softskill kita tidak harus mengerjakan tugas di kampus dan juga dalam mata kuliah ini dosen yang mengajar itu sangat baik dan ramah sekali kepada mahasiswanya,walaupun waktu itu saya di hukum gara – gara telat masuk kuliah dan akhiryaa di suruh nyanyii di depan kelas tapi emang kesalahan saya siee bu dateng telat.. maaf yaa ibu rifky amalia yang cantik.. 🙂
Pesan:

pesan saya lebih ke studensite bu.. soalnya suka eror dan gga bisa login jadinyaa saya ngumpulin tugasnya suka telat bu.. semoga saja dikemudian hari studensite ga eror lagi soalnya bisa menghambat kita untuk mengupload tugas.. makasih..

makasih buat bu rifky amalia yang sudah memberikan ilmunya kepada kamii.. semogaa nantii pas ibu mau lahiran dii beri kemudahan sama allah swt.. amieen… makasih yaa ibu cantik..

Sumber : https://profilesinterror.com/

ANCAMAN MELALUI IT

ANCAMAN MELALUI IT

ANCAMAN MELALUI IT
ANCAMAN MELALUI IT

Di dalam menilai suatu ancaman penggunaan teknologi informasi, ancaman tersebut terus berkembang Pertahanan tahun lalu mungkin tidak akan cukup untuk melawan ancaman serangan tahun ini. Oleh karena itu, penting bagi para eksekutif untuk memiliki kesadaran akan keseriusan dari masing-masing jenis risiko keamanan TI dan bagaimana tingkat ancaman berubah. Penilaian risiko teknologi informasi ini didasarkan pada survei terhadap lebih dari 100 propesional IT security dan manajemen risiko, yang dilakukan oleh Computer Economics pada kuartal keempat tahun 2009.

• Malware: infeksi pada systemi atau jaringan oleh virus, worm Trojan, adware atau spyware.
• Phising: Serangan terhadap organisasi melalui email atau elektronik dalam upaya untuk memperoleh informasi rahasia.
• Pharming: penyimpangan alu lintas internet ke situs penipu melalui DNS palsu atau address bar browser serangan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi rahasia.
• Spam: pesan email yang tidak diminta atau tidak diinginkan.
• Denial of service: Upaya untuk mengalahkan atau membebani kinerja jaringan atau sumber daya sistem dengan maksud untuk menurunkan kinerja mereka atau bahkan membuat layanan tidak tersedia.
• Akses yang tidak sah oleh pihak luar: akses yang tidak sah atau penggunaan sistem atau jaringan oleh pihak luar.
• Vandalisme / sabotase: pencacatan, kehancuran atau kerusakan pada jaringan sistem organisasi atau website.
• Pemerasan: Tuntutan untuk uang atau konsesi lainnya berdasarkan ancaman untuk menggunakan sarana elektronik untuk membahayakan jaringan organisasi, sistem, atau reputasi.
• Penipuan transaksi: transaksi elektronik palsu yang mengakibatkan kerugian keuangan atau kerusakan pada organisasi atau pelanggan.
• Kerugian fisik: fisik kehilangan atau pencurian atau komputer, media penyimpanan, atau perangkat lain yang terkait andany data.
• Akses yang tidak sah oleh orang dalam: Menjalankan akses oleh orang dalam fungsi sistem atau informasi yang tidak berwenang.
• Insider: pelanggaran terhadap kebijakan organisasi mengenai penggunaan komputasi / sumber daya jaringan.
Analisis hasil survei ini memberikan wawasan ke dalam bagaimana para profesional TI memandang keseriusan dari 12 kategori ancaman keamanan informasi dan bagaimana tingkat ancaman tersebut berubah. Beberapa hasil ini mendorong, tetapi beberapa mungkin menandakan adanya kesenjangan antara persepsi dan realitas.

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

Calon Pengurus OSIS Ikuti LDKS

Calon Pengurus OSIS Ikuti LDKS

Calon Pengurus OSIS Ikuti LDKS
Calon Pengurus OSIS Ikuti LDKS

SMPN 9 Kota Bekasi menghelat latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) selama dua hari pada 18-19 Desember 2019. Kegiatan yang diikuti puluhan siswa ini merupakan bagian dari proses seleksi calon pengurus OSIS.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMPN 9 Kota Bekasi Ani Susilowati

menjelaskan, seleksi calon pengurus OSIS periode 2019/2020 berlangsung selama tiga bulan. Rangkaiannya meliputi pendaftaran, tes akademik, dan LDKS sebagai puncaknya.

”Seleksi ini kita adakan agar OSIS di SMPN 9 memiliki potensi yang baik untuk memberikan contoh positif kepada siswa-siswa lain,” ujar Ani kepada Radar Bekasi, Kamis (19/12).

Selama dua hari, LDKS memberikan materi dasar kepemimpinan sekaligus praktik, kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas di luar ruangan berupa game. Kegiatan yang diikuti oleh 50 calon pengurus OSIS ini berlangsung di halaman sekolah.

”Kita laksanakan di lingkungan sekolah agar calon OSIS baru nanti tahu

lingkungan sekitar yang harus mereka kuasai, kemudian mengingat waktu yang cukup padat serta untuk menghemat biaya. Karena LDKS ini kita tidak memungut biaya apapun dari siswa,” tuturnya.

Puluhan calon pengurus OSIS yang mengikuti LDKS merupakan siswa yang aktif di organisasi sekolah, seperti Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka. Selain itu, juga merupakan siswa berprestasi.

”Rata-rata pengurus OSIS baru ini kita pilih dari keaktifannya di lingkungan

sekolah, kemudian yang juara di kelasnya minimal masuk kedalam 10 besar. Jadi kita memilihnya cukup selektif, karena balik lagi OSIS adalah salah satu contoh untuk sekolah dan luar lingkungan sekolah,” pungkasnya. Dari total 50 calon pengurus OSIS, akan diseleksi 20 siswa untuk menempati jabatan pada organisasi tersebut.

 

Baca Juga :

Observatorium Mudahkan Siswa Amati Fenomena Alam

Observatorium Mudahkan Siswa Amati Fenomena Alam

Observatorium Mudahkan Siswa Amati Fenomena Alam
Observatorium Mudahkan Siswa Amati Fenomena Alam

SMA Badan Perguruan Indonesia (BPI) 1 Bandung menjadi satu-satunya sekolah di Jawa Barat yang memiliki observatorium. Keberadaannya di sekolah memudahkan siswa untuk mengamati fenomena alam, khususnya di bidang ilmu astronomi.

Seperti yang baru saja terjadi, Kamis (26/12), SMA BPI 1 Bandung mengadakan

pengamatan gerhana matahari cincin yang diikuti oleh para siswa dan guru.

Kepala SMA BPI 1 Bandung Deti Sudiarti mengatakan, observatorium tersebut mulai beroperasi pada September 2016. Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.

Observatorium ini dibangun dengan sistem sliding-roof berukuran 3 x 12 meter

persegi. Terdapat dua jenis teleskop yang dipergunakan observatorium tersebut, yaitu yang bersifat fixed (tetap) dan teleskop portabel.

Teleskop pertama, yakni teleskop pemantul berdiameter 152 mm dan panjang fokus 731 mm terpasang pada sebuah pilar tunggal dengan mounting equatorial.

Sedangkan teleskop jenis kedua adalah teleskop bergerak yang dapat dipindahkan sesuai kegiatan yang dilakukan di lapangan. Untuk jenis teleskop ini ada dua tabung, yaitu teleskop pembias dengan diameter 80 mm dan fokus 800 mm serta Newtonian berdiameter 76 mm dan fokus 700 mm.

Deti menegaskan, keberadaan observatorium tersebut adalah wujud inovasi

yang digagas sekolah untuk menunjang pembelajaran bagi siswa. ”Ini juga bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah karena bisa dipakai untuk berbagai mata pelajaran, seperti geografi, fisika dan agama,” tuturnya dikutip dalam laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/