Macam-macam Lamut

Macam-macam Lamut

Macam-macam Lamut
Macam-macam Lamut

Lamut Batatamba

Lamut Batatamba (Lamut pengobatan) berfungsi sebagai pengobatan, misalnya untuk anak yang sakit panas yang tidak sembuh-sembuh, atau ada orang yang sulit melahirkan dan lain-lain. pertunjukan lamut batatamba haus disertai dengan sejumlah persyaratan, yaitu piduduk yang terdiri dari perangkat piduduk (sesaji), kemenyan atau perapin (dupa), beras kuning, garam, kelapa utuh, gula merah, dan sepasang benang-jarum. Setelah itu dilakukan tepung tawar dengan mahundang-hundang (mengundang) roh halus, membacakan doa selamat, dan memandikan air yang telah didoakan kepada si sakit[1].

Lamut Baramian

Lamut Baramian (Lamut Hiburan) biasa dihadirkan untuk mengisi acara perkawinan, syukuran, khitanan dan acara hiburan lainnya.

Bila pada wayang ada tokoh punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, pada Lamut tokohnya adalah Paman Lamut serta tiga anaknya; Anglung,Angsina, dan Labai Buranta. Sedangkan ceritanya sudah berpakem seperti wayang purwa, tentang kerajaan yang dipimpin Prabu Awang Selenong.

Meski tokoh dan pakem cerita lamut tertentu, pengembangan cerita tetap dimungkinkan sesuai kemampuan si pelamutan dalam meramu. Ramuan cerita itu bisa disadur dari kisah Panji, Andi-andi, atau Tutur Candi, bahkan cerita 1.001 malam. Kisah juga bisa menjadi dramatis dengan lakon yang gagah berani atau romantis.

Masyarakat Banjar paling mengharapkan kisah percintaan antara Junjung Masari dan Kasan Mandi. Para penonton hanyut ketika mendengar kisah percintaan kedua tokoh itu dalam syair pantun bahasa Banjar.

Lamut juga digemari warga keturunan Tionghoa di Banjarmasin. Mereka kerap minta lamut dimainkan saat hendak sembahyang di Pulau Kembang di tengah Sungai Barito di Banjarmasin[1].

Baca Juga : 

Sejarah Lamut

Sejarah Lamut

Sejarah Lamut
Sejarah Lamut

Sejarah
Lamut berasal dari negeri China, bahasanya pun semula menggunakan bahasa Tionghoa kemudian di terjemahkan kedalam bahasa Banjar. Datangnya lamut di tanah Banjar kira-kira pada tahun 1816 yang di bawa oleh para pedagang Tionghoa ke Banjar hingga ke Amuntai, konon orang-orang dulu sangat menyukainya karena lamut membawa cerita yang sangat banyak dan merupakan cerita pengalaman di banyak negeri yang di sampaikan secara bertutur[1].
Ceritanya, di Amuntai, Raden Ngabe bertemu pedagang China pemilik kapal dagang Bintang Tse Cay. Dari pedagang itulah ia pertama kali mendengar alunan syair China. Dalam pertemuan enam bulan kemudian, Raden Ngabe mendapatkan salinan syair China tersebut.
Sejak itulah Raden Ngabe mempelajari dan melantunkannya, tanpa iringan terbang. Lamut mulai berkembang setelah warga minta dimainkan setiap kali panen padi berhasil baik. Ketika kesenian hadrah masuk di daerah ini, Lamut mendapat iringan terbang.
Seni bertutur itu disebut lamut karasmin karena menjadi hiburan pada perkawinan, hari besar keagamaan, maupun acara nasional. Lamut juga digunakan dalam proses batatamba (penyembuhan penyakit). Orang yang punya hajat dan terkabul biasanya juga mengundang palamutan. Kata “lamut”, konon berasal dari bahasa Arab, laamauta (ﻻﻤﻭﺕ) yang artinya tidak mati

Sumber : http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/stick-cricket-live-apk/

Lamut

Lamut

Lamut
Lamut

Lamut adalah sebuah tradisi berkisah yang berisi cerita tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar. Lamut merupakan seni cerita bertutur, seperti wayang atau cianjuran. Bedanya, wayang atau cianjuran dimainkan dengan seperangkatgamelan dan kecapi, sedangkan lamut dibawakan dengan terbang, alat tabuh untuk seni hadrah.

Mereka yang baru melihat seni lamut selalu mengira kesenian ini mendapat pengaruh dari Timur Tengah. Pada masa Kerajaan Banjar dipimpin Sultan Suriansyah, lamut hidup bersama seni tutur Banjar yang lain, seperti DundamMadihin, Bakesah, dan Bapantun.

Pelaksanaan Lamut akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 atau menjelang subuh tiba. Pembawa cerita dalam Lamut ini diberi julukanPalamutan. Pada acara, Palamutan dengan membawa terbang besar yang diletakkan dipangkuannya duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah), dikelilingi oleh pendengarnya yang terdiri dari tua-muda laki-perempuan. Khusus untuk perempuan disediakan tempat di sebelah dinding tengah tadi.

Sumber : http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/world-empire-apk/

Struktur Arsitektur Client

Struktur Arsitektur Client

Struktur Arsitektur Client
Struktur Arsitektur Client
  • Arsitektur Server

Lingkungan klien/server menggunakan Local Area Network (LAN) untuk menjalankan personal komputer yang mana data akan tersimpan pada masing-masing PC dan akan terhubung dengan common devices (hard disk atau printer) dan software (DBMS). Modul LAN pada DBMS secara bersamaan mengendalikan, mengamankan, dan merupakan query atau translation-queuing management untuk mendukung akses bersamaan dari beberapa pengguna dalam menguhungkan database.

Arsitektur klien/server berkembang yang memiliki penampilan yang berbeda dari komponen aplikasi logik antara klien dan server. Ada tiga komponen dari komponen aplikasi logik (lihat gambar) yaitu :

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Presentation Logic, komponen ini bertanggung jawab dalam memformat dan mempresenting data pada pengguna atau alat keluaran dan mengendalikan masukan pengguna dari keybor atau alat input lainnya.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Processing Logic, komponen ini berguna untuk menangani logika pemprosesan data (data processing logic) , logika aturan bisnis (business rule logic), dan logika manajemen data (data management logic). Proses data logic merupakan aktifitas untuk memvalidasi data dan mengindentifikasi proses eror pada data. Business rule tidak mempunyai kode pada DSMS, tetapi mempunyai kode pada komponen pemprosesan. Data management logicmengindentifikasikan data yang diperlukan/penting untuk memprosesan transaksi atau query.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Storage Logic, komponen ini bertanggung jawab pada penyimpanan data dan perbaikan data dari alat penyimpan yang bekerja dengan aplikasi

Komponen aplikasi logik:

Komponen aplikasi logik

 

File Server Architectures

Arsitektur klien/server merupakan pengembangan file server yang pertama. Dalam lingkungan file server (lihat gambar), semua manipulasi data bekerja pada workstation pada saat data diminta oleh pengguna, Klien menangani presentation logic, processing logic, dan storage logic (yang berhubungan dengan DBMS). File server bertindak sebagai pengelola file, kemudian akan mengubungkan pada masing-masing PC klien dengan menggunakan jaringan dan memungkinkan klien untuk mengakses file tersebut.

  • Model pertama Client/Server
  • Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
  • Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
  • Server bertindak sebagai file server
  • File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut
  • Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri
  • DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
  • Aktivitas pada klien:
    • Meminta data
    • Meminta penguncian data
    • Tanggapan dari klien

Baca Juga : 

ARSITEKTUR CLIENT / SERVER

ARSITEKTUR CLIENT / SERVER

ARSITEKTUR CARSITEKTUR CLIENT SERVERLIENT SERVER
ARSITEKTUR CLIENT SERVER

Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Dalam sistem secara umum server proses pada DBMS, komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien.

Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna. Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.

Dibawah ini merupakan struktur dari arsitektru client :

Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC.
Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri.
Berbagi hardware atau software.

Sumber : https://ppidkabbekasi.id/poweramp-music-player-3-apk/

LAYANAN TELEMATIKA ( TELEMATICS SERVICE )

LAYANAN TELEMATIKA ( TELEMATICS SERVICE )

LAYANAN TELEMATIKA ( TELEMATICS SERVICE )
LAYANAN TELEMATIKA ( TELEMATICS SERVICE )

Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk  mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-awaremobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari contextawareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

1. The acquisition of context

2. The abstraction and understanding of context

3. Application behaviour based on the recognized context

Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

1. Proximate selection

Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna  dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.

Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:

1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printerfacsimiles, komputer, video camera, dll.

2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.

3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.

2. Automatic Contextual Reconfiguration

Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem contextaware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfigurationyang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.

Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.

3. Contextual Informations and Commands

Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.

Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain filesprogramsand links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.

4. Context-Triggered Actions

Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.

Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :

badge location event-type action

event­-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :

coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au”

artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee makermaka alarm rooster sound akan berbunyi.

Sumber : https://rajasatour.id/space-shooter-apk/

Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO

Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO

Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO
Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO
BPO bukan lah sebuat agen tenaga kerja / head hunter. Bukan mencarikan seseorang pekerjaan tapi menyediakan berbagai layanan kepada mahasiswa untuk membantu mereka dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai untuk mereka, termasuk dalam menyediakan 2 training (Perspektif karir dan perencanaan karir), mensponsori lebih dari 600 perusahaan untuk presentasi di perguruan tinggi tersebut, membuat brosur perusahaan, mendistribusikan resume mahasiswa ke perusahaan supaya tidak melakukan proses interview di kampus, memberikan kesempatan kepada jaringan alumni perguruan tinggi midstate dan penjadwalan dan administrasi wawancara di kampus dengan lebih dari 500 perusahaan. Namun, fungsi utama dari BPO menyediakan tempat interview di kampus tersebut untuk pelamar dan pemberi pekerjaan yang ingin bekerja.
Proses perjodohan ini diperlukan untuk menjadwalkan 1700 siswa menjadi 17000 wawancara dengan 500 perusahaan sehingga mahasiswa bisa memilih perusahaan yang mereka inginkan dengan kualifikasi yang dibutuhkan sangat komplex dan volume tinggi di masalah logistik. Ini sangat sulit karena semua mahasiswa ingin mendapatkan pekerjaan dengan penawaran yang terbaik tetapi perusahaan mungkin memiliki persyaratan yang ketat mengenai kualifikasi mahasiswa yang akan mereka wawancarai. Beberapa perusahaan telah melakukan wawancara melebihi dari waktu yang mereka miliki, sehingga jadwal wawancara dengan perusahaan lain tidak dapat terpenuhi.

PENEMPATAN KERJA DI PERGURUAN TINGGI MIDSTATE

PENEMPATAN KERJA DI PERGURUAN TINGGI MIDSTATE

PENEMPATAN KERJA DI PERGURUAN TINGGI MIDSTATE
PENEMPATAN KERJA DI PERGURUAN TINGGI MIDSTATE
Midstate university adalah sebuah sebuah kampus besar dengan 35.000 mahasiswa di pusat kampus mereka. Dengan jurusan studi berskala international di kesenian, pengetahuan, music, teknik, pendidikan, bisnis dan bahasa. Sekolah bisnis Midstate univ adalah sekolah “nasional”, termasuk dalam 20 sekolah teratas di Negara tersebut. Mereka mampu menghasilkan lulusan terbaik di MBA, doctoral, dan program executive. Di kampus itu terkenal di bidang penelitian, pengajaran dan melayani negara dan komunitas bisnis
Perguruan tinggi midstate telah melakukan lebih dari 15.000 wawancara setiap tahun nya untuk penempatan kerja. Ini memiliki reputasi yang luar biasa diantara perekrut perusahaan dan sekolah bisnis lainnya. Arnol Worthy, dekan sekolah bisnis universitas midstate mencatat bahwa penempatan kerja di midstate sangat penting untuk sekolah tersebut:
“Ini adalah andalan pemasaran kami. Kami mendapatkan murid yang bagus, setidaknya sebagian dari mereka tahu bahwa mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Sekolah kami termasuk dalam 20 terbaik sekolah bisnis tingkat nasional tapi kami mendapatkan peringkat tertinggi dari para pengusaha / pelaku bisnis. Ini suatu kehormatan bagi kami”.
Direktur Penempatan kerja (BPO), James P. Wine dikenal diantara rekan rekan nya sebagai direktur yang giat dan inovatif. Dia adalah mantan presiden dari asosiasi penempatan kerja di perguruan tinggi Midwest dan sering berbicara di konvensi penempatan kerja nasional. Wine mendapatkan gelar sarjana di bidang teknik elektro, gelar MBA dalam manajemen personalia dan Ph.D dalam hubungan industri. Dia adalah penulis beberapa buku yang banyak digunakan dalam penempatan dan kursus perencanaan karir.

Misi utama dari BPO adalah membantu para mahasiswa perguruan tinggi midsate untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dgn kemampuan mereka. Wine menggaris bawahi “ Kami juga harus melayani klien korporat kami, karena jika mereka tidak datang kembali maka tidak akan ada pekerjaa bagi mahasiswa kami. Pada tahun 1999 – 2000 BPO sudah melayani sekitar 1700 mahasiswa dan lebih dari 500 pengusaha. Lebih dari 17000 wawancara yang telah dilakukan di 34 ruangan BPO, rata – rata lebih dari 1000 wawancara setiap minggu nya di masa perekrutan.
Dalam rangka memberikan pelayanan optimal dan memuaskan bagi mahasiswa dan pengusaha, BPO membuat sistem komputer yang canggih. Menurut Wine : “Kami dengan cepat merubah sistem dengan tidak menggunakan kertas di seluruh BPO. Komunikasi kami dengan para mahasiswa dan pengusaha untuk menginformasikan pekerjaan, pengaturan jadwal interview, dan pengaksesan situs kami dengan mudah dengan menggunakan WWW/ website. Dengan hanya mengklik tombol, para mahasiswa mampu untuk mencari pekerjaan, melihat jadwal interview, meneruskan resume dan lebih dari itu dapat dilakukan dimana saja. Hasil dari proses tersebut akan dikirim dari komputer kami ke mahasiswa melalui email”.
Perusahaan juga berinteraksi dengan BPO melalui web. Perekrut dapat mengatur tanggal dan jadwal wawancara melalui web, dan mereka dapat melihat jadwal wawancara yang telah mereka buat serta dapat mengakses resume mahasiswa tersebut melalui web.

Mitra Strategis

Mitra Strategis

Mitra Strategis
Mitra Strategis
TELKOM terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya. Untuk mewujudkan komitmennya tersebut, TELKOM bermitra dengan perusahaan-perusahaan global yang terbaik di bidangnya. Di bawah ini adalah perusahaan yang menjalin kemitraan strategis dengan TELKOM Indonesia:
1. PT. Siemens Indonesia
2. PT. NEC Indonesia
3. PT. Industri Telekomunikasi Indonesia
4. PT. Compact Microwave Indonesia
5. PT. Alcatel Indonesia
6. Tomen Corporation
7. Llyod’s Register Assurance Limited
8. SingTel
9. JICA (Japan International Cooperation Agency)
10. CISCO
11. KPN Netherlands
12. Mercer Cullen Egan Dell
12. AEOP (Australian Expert Overseas Program)
13. PT. ERICSSON INDONESIA
14. KONSORSIUM SIEMENS
15. PT. KRAKATAU INDUSTRIAL ESTATE
16. KYOWA EXEO CORP
17. PT. MCPHEE ANDREWARTHE CED LTD
18. PT. MOTOROLLA INDONESIA
19. NAMYANG TELECOM CO., LTD
20. NANTERE FRANCE
21. PT. NEC CORPORATION
22. NIPPON TELECOMM CONS Co LTD
23. PDC – PHILIPS DEVELOPMENT CORP
24. TELECOM NEW ZEALAND LTD
25. TELECON LTD
26. PHILIPS AUSTRALIA LTD
27. FRANCE TELECOM
28. FUJITSU
29. FURUKAWA ELECT
30. HITACHI KABEL Ltd
31. HYUNDAI
32. SAMSUNG Electronics
33. SINGAPORE TELECOMM
34. SPARCOMM (COMSTREAM)
35. TRT-TEL RADIO-ELECTRIQUEST et
36. NIPHONE USHASAMA SDN BHD

Teknik servis terhadap olahraga bola voli / volley

Teknik servis terhadap olahraga bola voli / volley

Teknik Servis didalam permainan bola voli /volley terhadap zaman saat ini bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melaksanakan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis,floating dan cekis.

servis tangan bawah

mula-mula pemain berdiri dipetak servis dengan kaki kiri lebih kedepan dari kaki kanan.
bola dipegang dengan tangan kiri
bola dilambungkan tidak terlampau tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang
setelah bola lebih kurang setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus kedepan untuk memukul bola
telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna,tangan dapat pula menggenggam.

2. servis tangan atas dibedakan atas :

tennis servis:
sikap persiapan diawali dengan mengambil alih posisi kaki kiri lebih kedepan, kedua lutut agak rendah
tangan kiri dan kanan berbarengan memegang bola,tangan kirimenyangga bola,tangan kanan di atas bola.
bola dilambungkan dengan tangan kiri lebih kurang setengah mtr. di atas kepala
tangan kanan ditarik kebelakang atas kepala,menghadap depan
lakukan gerakan layaknya mensmesh bola,perhatian terpusat terhadap bola
lecutan tangan diperlukan terhadap selagi perkenaan bola.

floating servis:
posisi kaki sama layaknya tennis servis
tangan kiri memegang bola dan tangan kanan disamping setinggi pelipis
dengan tangan kiri bola dilambungkan ssedikit kesamping kanan tidak terlampau tinggi
setelah bola melambung keatas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan terhadap anggota sedang bola.
pukulan float dapat dikerjakan dengan sebagian cara:
dengan tumit tangan
dengan tangan, dimana ibu jari dilipat kedalam dan menempel terhadap telapak tangan
memukul dengan tangan tergenggam.

cekis:
sikap permulaan dengan mengambil alih sikap berdiri menyamping dengan tubuh anggota kiri lebih dekat kejaring.
bola dipegang tangan kiri dan kanan.
saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit kebelakang dan lutut ditekuk
kedua tangan dijulurkan kearah samping bawah kanan didalam situasi memegang bola.
bola dilambung keatas kepala dengan kedua belah tangan.
setelah bola lepas, tangan kanan ditarik kesamping kanan bawah, liukkan badan kekanan.
berat badan ada dikaki kanan,telapak tangan menghadap keatas
setelah bola ada terhadap jangkauan tangan,secepatnya dengan sama lengan,liukkan badan kesamping kiri
perkenaan bola anggota bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.

Itulah sedikit penjelasan berkenaan teknik servis didalam olahraga bola voli /volley mudah-mudahan bermanfaat.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :