Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi
Kuota Jalur Prestasi Jadi 30%, Kemendikbud Yakin Kasta Sekolah Tak Muncul Lagi

Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan, Totok Suprayitno tidak sepakat dengan anggapan bahwa penambahan kuota menjadi 30 persen untuk jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi 2020 berpotensi menimbulkan kastanisasi sekolah. Menurut dia, siswa di dalam zona tetap menjadi prioritas meskipun tahun depan kuotanya turun menjadi minimal 50 persen.

“Siswa di dalam zona tetap diutamakan. Zonasi itu dilonggarkan ikatannya.

Persoalannya di mana? Ini pilihan anak-anak di dalam zona dijamin dapat sekolah di zonanya itu, sehingga terjadi campuran antara yang berprestasi tinggi dan tidak. Nah, dengan semangat mengecilkan (kuota zona), memungkinkan anak-anak berprestasi di luar zona, juga masuk ke sini (sekolah pilihan di luar zona siswa). Dari sisi itu, satu memberikan apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi di berbagai bidang,” kata Totok di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu 17 Desember 2019.

Baca Juga: Kemendikbud: UN Tidak Dihapus, Cuma Ganti Format

Ia mengklaim, menambah kuota jalur prestasi dengan mengurangi jalur zonasi

murni sudah melalui evaluasi. Dengan demikian, ucap dia, semangat PPDB berbasis zonasi tetap terjaga. Yakni untuk mewujudkan kualitas pendidikan dasar dan menengah nasional secara merata. Jalur perpindahan orang tua tetap maksimal 5 persen dan jalur afirmasi KIP sebesar 15 persen.

 

Baca Juga :