Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO

Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO

Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO

Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO
Sudut pandang mahasiswa mengenai sistem BPO
BPO bukan lah sebuat agen tenaga kerja / head hunter. Bukan mencarikan seseorang pekerjaan tapi menyediakan berbagai layanan kepada mahasiswa untuk membantu mereka dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai untuk mereka, termasuk dalam menyediakan 2 training (Perspektif karir dan perencanaan karir), mensponsori lebih dari 600 perusahaan untuk presentasi di perguruan tinggi tersebut, membuat brosur perusahaan, mendistribusikan resume mahasiswa ke perusahaan supaya tidak melakukan proses interview di kampus, memberikan kesempatan kepada jaringan alumni perguruan tinggi midstate dan penjadwalan dan administrasi wawancara di kampus dengan lebih dari 500 perusahaan. Namun, fungsi utama dari BPO menyediakan tempat interview di kampus tersebut untuk pelamar dan pemberi pekerjaan yang ingin bekerja.
Proses perjodohan ini diperlukan untuk menjadwalkan 1700 siswa menjadi 17000 wawancara dengan 500 perusahaan sehingga mahasiswa bisa memilih perusahaan yang mereka inginkan dengan kualifikasi yang dibutuhkan sangat komplex dan volume tinggi di masalah logistik. Ini sangat sulit karena semua mahasiswa ingin mendapatkan pekerjaan dengan penawaran yang terbaik tetapi perusahaan mungkin memiliki persyaratan yang ketat mengenai kualifikasi mahasiswa yang akan mereka wawancarai. Beberapa perusahaan telah melakukan wawancara melebihi dari waktu yang mereka miliki, sehingga jadwal wawancara dengan perusahaan lain tidak dapat terpenuhi.